Seorang Menantu di Luwu Diduga Cabuli Mertuanya berusia 72 Tahun
Selasa, 19 Oktober 2021 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Polri Buka Kembali Penyelidikan Kasus Dugaan Pencabulan 3 Anak di Luwu Timur
AA dan istrinya berangkat dokter praktik di daerah Belopa, Luwu yang berjarak 30 Kilometer dari rumah H dengan waktu tempuh 30 menit. "Dibilang dokter tidak adaji penyakitnya bu, hanya jamur biasa saja, biar diobat-obati saja," tutur H.
AA dan istrinya pun mengantar pulang H, sebelum tiba di rumah. Mereka singgah membelikan minyak balur merek kutus-kutus. Setiba di rumahnya. AA dan istrinya pamit pulang ke kediaman mereka di daerah Palopo tidak jauh dari lokasi dokter praktik tempat memeriksaan kulit tadi.
"Pas mau pulang dia (AA) kasih saya itu obat, bilang ini oleskan ma'. Jadi saya bilang oh iya, saya simpan mi itu minyak kutus-kutus," jelas H.
Namun selang beberapa saat, AA kembali ke rumah H diduga setelah mengantar istrinya. "Dia kembali sendiri, alasannya dia mau obati anuku, tapi saya bilang saya sendiri saja," ujarnya.
H bilang, menantunya terus membujuk dan memaksanya hingga peristiwa pilu pun terjadi. "Satu tahun itu kejadian tidak pernah saya injak rumahnya, ketemu dua cucu laki-lakiku," ungkapnya.
Tetapi, di momentum lebaran Idul Fitri 1442 H, Mei 2021 lalu. AA datang ke rumahnya untuk meminta maaf. Karena iba, dia pun memaafkan AA dengan catatan, berjanji untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya.
Baca Juga: Kejagung Ajukan Kasasi Vonis Bebas Pencabulan Anak ke MA
"Karena saya ini ibumu, saya yang lahirkan istrimu kau yang saya harapkan mau lindungi saya karena anakku laki-laki tidak ada di sini, sementara kau kasih begitu saya," ujarnya.
AA dan istrinya berangkat dokter praktik di daerah Belopa, Luwu yang berjarak 30 Kilometer dari rumah H dengan waktu tempuh 30 menit. "Dibilang dokter tidak adaji penyakitnya bu, hanya jamur biasa saja, biar diobat-obati saja," tutur H.
AA dan istrinya pun mengantar pulang H, sebelum tiba di rumah. Mereka singgah membelikan minyak balur merek kutus-kutus. Setiba di rumahnya. AA dan istrinya pamit pulang ke kediaman mereka di daerah Palopo tidak jauh dari lokasi dokter praktik tempat memeriksaan kulit tadi.
"Pas mau pulang dia (AA) kasih saya itu obat, bilang ini oleskan ma'. Jadi saya bilang oh iya, saya simpan mi itu minyak kutus-kutus," jelas H.
Namun selang beberapa saat, AA kembali ke rumah H diduga setelah mengantar istrinya. "Dia kembali sendiri, alasannya dia mau obati anuku, tapi saya bilang saya sendiri saja," ujarnya.
H bilang, menantunya terus membujuk dan memaksanya hingga peristiwa pilu pun terjadi. "Satu tahun itu kejadian tidak pernah saya injak rumahnya, ketemu dua cucu laki-lakiku," ungkapnya.
Tetapi, di momentum lebaran Idul Fitri 1442 H, Mei 2021 lalu. AA datang ke rumahnya untuk meminta maaf. Karena iba, dia pun memaafkan AA dengan catatan, berjanji untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya.
Baca Juga: Kejagung Ajukan Kasasi Vonis Bebas Pencabulan Anak ke MA
"Karena saya ini ibumu, saya yang lahirkan istrimu kau yang saya harapkan mau lindungi saya karena anakku laki-laki tidak ada di sini, sementara kau kasih begitu saya," ujarnya.
Lihat Juga :