Kepala BNPB: Prioritas Penanganan Gempa Karangasem dan Bangli Evakuasi Korban
Minggu, 17 Oktober 2021 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
Hal lain juga ditekankan Ganip kepada kepala daerah dan jajarannya adalah menyangkut perbaikan infrastruktur, terutama perbaikan jalan untuk segera diselesaikan.
Ia juga meminta agar masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan selalu waspada kemungkinam adanya potensi gempabumi susulan. Juga potensi longsor mengingat kawasan terdampak saat ini mungkin masih labil. Guna menghindari adanya informasi tidak benar, masyarakat diminta mengakses informasi dari pihak-pihak berwenang seperti BNPB dan BPBD setempat serta BMKG.
BNPB, kata Ganip akan terus memberikan pendampingan selama masa tanggap darurat dan penulihan. "Ini untuk memastikan bahwa penanganannya berjalan baik sesuai harapan," ujarnya. Baca: LaNyalla: Falsafah Ajaran PSHT Sejalan dengan Cita-cita Pendiri Bangsa.
Untuk diketahui, berdasarkan kajian risiko dari InaRisk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah Provinsi Bali memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi terhadap potensi ancaman gempa bumi.
InaRisk menyebutkan bahwa ada sebanyak sembilan kabupaten yang memiliki potensi risiko tersebut. Apabila melihat kajian lebih mendalam, Kabupaten Bangli, khususnya di Desa Terunyan, sebagai salah satu wilayah terdampak gempabumi M 4,8, tercatat memiliki potensi gempabumi dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi. Potensi itu juga dimiliki oleh wilayah lain seperti Kecamatan Kintamani, Kecamatan Tejakula, dan Kecamatan Rendang.
Untuk potensi bahaya tanah longsor, Desa Terunyan, khususnya yang berada di timur laut Danau Batur, masuk dalam kategori tinggi. Demikian pula wilayah penyangga lainnya seperti Kecamatan Rendang dan Kecamatan Tejakula. Baca Juga: Seperti Apa Pinjaman Online Kategori Rentenir, Ini Penjelasannya.
Ia juga meminta agar masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan selalu waspada kemungkinam adanya potensi gempabumi susulan. Juga potensi longsor mengingat kawasan terdampak saat ini mungkin masih labil. Guna menghindari adanya informasi tidak benar, masyarakat diminta mengakses informasi dari pihak-pihak berwenang seperti BNPB dan BPBD setempat serta BMKG.
BNPB, kata Ganip akan terus memberikan pendampingan selama masa tanggap darurat dan penulihan. "Ini untuk memastikan bahwa penanganannya berjalan baik sesuai harapan," ujarnya. Baca: LaNyalla: Falsafah Ajaran PSHT Sejalan dengan Cita-cita Pendiri Bangsa.
Untuk diketahui, berdasarkan kajian risiko dari InaRisk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah Provinsi Bali memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi terhadap potensi ancaman gempa bumi.
InaRisk menyebutkan bahwa ada sebanyak sembilan kabupaten yang memiliki potensi risiko tersebut. Apabila melihat kajian lebih mendalam, Kabupaten Bangli, khususnya di Desa Terunyan, sebagai salah satu wilayah terdampak gempabumi M 4,8, tercatat memiliki potensi gempabumi dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi. Potensi itu juga dimiliki oleh wilayah lain seperti Kecamatan Kintamani, Kecamatan Tejakula, dan Kecamatan Rendang.
Untuk potensi bahaya tanah longsor, Desa Terunyan, khususnya yang berada di timur laut Danau Batur, masuk dalam kategori tinggi. Demikian pula wilayah penyangga lainnya seperti Kecamatan Rendang dan Kecamatan Tejakula. Baca Juga: Seperti Apa Pinjaman Online Kategori Rentenir, Ini Penjelasannya.
(nag)
Lihat Juga :