Oknum Ormas Hina Betawi, Anggota DPRD DKI: Tinggal di Indonesia Jangan Rasis
Minggu, 17 Oktober 2021 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
Anggota Komisi D itu punya cerita tersendiri terhadap sifat warga Betawi. Menurutnya, rata-rata orang Betawi itu tidak pernah reseh, usil, dan suka mengganggu orang lain, serta tidak pernah mau mencampuri urusan orang lain.
"Tim dan staf saya rata-rata semuanya orang Betawi. Saya berjalan dengan mereka sudah 10 tahun lebih, sudah seperti keluarga sendiri dan mereka tidak pernah reseh, tidak pernah mau usil dan mau mencampuri urusan orang lain. Kalau bahasa kerennya, mereka tidak kepo dengan urusan orang," ucapnya.
Berbicara oknum suku tertentu, pasti ada satu atau dua orang yang kurang bagus. Namun jangan lantas langsung menghakimi dan mengotak-kotakkan seakan semua orang Betawi seperti itu.
"Kalau berbicara kekurangan, pasti semua orang mempunyai kekurangan, termasuk saya. Harusnya dengan kekurangan ini bisa menjadikan kita semua semakin mengerti dan bisa memahami bahwa pada kodratnya manusia diciptakan tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain," tegas Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan DKI Jakarta itu.
Oleh karena itu, Kent meminta kepada pelaku penghinaan terhadap suku Betawi agar meminta maaf atas pernyataan seperti yang terekam di video hingga viral di media sosial. Hal itu perlu dilakukan agar permasalahan ini bisa disudahi dan tidak meluas.
"Mungkin tidak Anda sadari bahwa omongan Anda tersebut berindikasi bisa membuat perpecahan. Jangan lantas karena emosi sesaat dan tidak berpikir panjang, hidup Anda akan berakhir di penjara. Bijaklah dalam bertutur kata dan berprilaku. Seperti kata pepatah bahwa Mulut Mu Harimau Mu," kata Ketua IKAL PPRA Lemhannas RI Angkatan LXII tersebut.
"Tim dan staf saya rata-rata semuanya orang Betawi. Saya berjalan dengan mereka sudah 10 tahun lebih, sudah seperti keluarga sendiri dan mereka tidak pernah reseh, tidak pernah mau usil dan mau mencampuri urusan orang lain. Kalau bahasa kerennya, mereka tidak kepo dengan urusan orang," ucapnya.
Berbicara oknum suku tertentu, pasti ada satu atau dua orang yang kurang bagus. Namun jangan lantas langsung menghakimi dan mengotak-kotakkan seakan semua orang Betawi seperti itu.
"Kalau berbicara kekurangan, pasti semua orang mempunyai kekurangan, termasuk saya. Harusnya dengan kekurangan ini bisa menjadikan kita semua semakin mengerti dan bisa memahami bahwa pada kodratnya manusia diciptakan tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain," tegas Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan DKI Jakarta itu.
Oleh karena itu, Kent meminta kepada pelaku penghinaan terhadap suku Betawi agar meminta maaf atas pernyataan seperti yang terekam di video hingga viral di media sosial. Hal itu perlu dilakukan agar permasalahan ini bisa disudahi dan tidak meluas.
"Mungkin tidak Anda sadari bahwa omongan Anda tersebut berindikasi bisa membuat perpecahan. Jangan lantas karena emosi sesaat dan tidak berpikir panjang, hidup Anda akan berakhir di penjara. Bijaklah dalam bertutur kata dan berprilaku. Seperti kata pepatah bahwa Mulut Mu Harimau Mu," kata Ketua IKAL PPRA Lemhannas RI Angkatan LXII tersebut.
Lihat Juga :