Oknum Ormas Hina Betawi, Anggota DPRD DKI: Tinggal di Indonesia Jangan Rasis

Minggu, 17 Oktober 2021 - 15:30 WIB
loading...
Oknum Ormas Hina Betawi,...
Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth angkat bicara terkait kasus ucapan seorang pria menghina dan menantang orang suku Betawi di Jakarta dan Bekasi. Foto: SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Sebuah video viral di media sosial karena ucapan seorang pria menghina dan menantang orang-orang suku Betawi di Jakarta dan Bekasi. Pria plontos dalam video itu diketahui bernama Venus, salah satu anggota organisasi masyarakat (ormas) berlabel 'Singa Patriot'.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth angkat bicara terkait kasus tersebut. Menurut dia, omongan seperti itu tidak perlu dilontarkan karena Indonesia mempunyai 1.340 suku bangsa, dan etnis yang bermacam-macam.

Baca juga: Reaksi Keras Jawara Bekasi Gara-gara Suku Betawi Dihina Oknum Ormas

"Seharusnya tidak perlu berbicara seperti itu, omongan tersebut sudah tergolong perbuatan menghina dan rasisme. Harus Anda ketahui bahwa perbuatan Anda tersebut telah memenuhi unsur Pasal 16 Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Pidana penjara selama 5 tahun menunggu Anda, kalau Anda tidak secepatnya menyelesaikan permasalahan ini," ujar Kenneth dalam keterangannya, Minggu (17/10/2021).

Menurut dia, seharusnya tidak perlu terjadi peristiwa penghinaan terhadap suku apa pun. Apalagi Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa. Terdapat 1.340 suku bangsa di Tanah Air menurut sensus BPS tahun 2010. Jadi tidak elok jika menghina suku apa pun, terlebih lebih Betawi.

Pria yang akrab disapa Kent itu menambahkan, hidup dalam bermasyarakat tidak diperlukan saling menghina hingga mengolok-olok suatu golongan atau suku. Pasalnya, manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Esa bertujuan untuk saling mengenal dan menghormati satu sama lainnya.

Baca juga: Sebut Suku Betawi Bodoh, Persatuan Advokat Lapor ke Polda Metro

"Kita ini diciptakan dengan keberagaman bersuku-suku dan etnis dengan tujuan untuk saling menghormati. Jika memang tidak nyaman dengan keadaan, ya jangan menghina dan mencaci maki dengan mengeluarkan kata-kata kotor seperti itu. Dengan adanya pertikaian akan membuat tali persaudaraan antar suku bahkan agama menjadi pecah, dan itu sangat bertentangan dengan sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia," ketus Kent.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
JPU Sebut Perbuatan...
JPU Sebut Perbuatan Dokter Tifa Membuat Jokowi Merasa Dihina Sehina-hinanya
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Rekomendasi
Pramono Anung Resmikan...
Pramono Anung Resmikan Mayapada Hospital Jakarta Timur, Fokus Layani Ibu dan Anak
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Kawal Kasus Dugaan Kekerasan ART Erin Wartia, Ternyata Ini Alasannya
Rahasia di Balik Sepatu...
Rahasia di Balik Sepatu Pink Timnas Inggris
Berita Terkini
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
SMP IL Kapten Fatubaa...
SMP IL Kapten Fatubaa NTT Raih Juara Utama di Kompetisi AIA Healthiest Schools 2026
Mobil Maung Tabrak Rambu...
Mobil Maung Tabrak Rambu di Tol Dalam Kota, Begini Kronologinya
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong Jaktim, Diduga Kehabisan Napas
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Rantis Brimob Siaga...
Rantis Brimob Siaga di Mabes Polri di Tengah Pengusutan Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved