Pemkab Maros Perketat Pengawasan Aktivitas Truk Timbunan Rel Kereta Api
Rabu, 13 Oktober 2021 - 15:18 WIB
loading...
Bupati Maros, AS Chaidir Syam meninjau aktivitas pengangkut timbunan rel kereta api, Rabu (13/10). Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Bupati Maros, AS Chaidir Syam meninjau aktivitas truk pengangkut timbunan proyek pembangunan rel kereta api di Lingkungan Panaikang, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Rabu (13/10).
Peninjauan ini dilakukan Bupati Maros lantaran masyarakat sekitar proyek yang kerap mengeluhkan aktivitas truk pengangkut timbunan ini. Saat peninjauan itu, Chaidir menyusuri sepanjang jalan poros yang dilalui truk pengangkut timbunan.
Baca juga:Pembebasan Lahan Rel Kereta Api di Maros Capai 98 Persen
"Hari ini saya bersama Kapolres dan Kadishub dan beberapa warga turun langsung meninjau kondisi jalan yang dilalui truk pengangkut tanah timbunan," ungkap Chaidir .
Usai melihat kondisi jalan, Chaidir kembali melakukan evaluasi bersama warga. Ia pun menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan kritikan warga, apalagi terkait pembangunan rel kereta api yang masuk dalam proyek strategis nasional ini.
Chaidir menegaskan, bahwa aktivitas pengangkutan timbunan harus selesai pertengahan bulan November, sebab, di akhir bulan akan masuk musim hujan, sesuai data BMKG.
Peninjauan ini dilakukan Bupati Maros lantaran masyarakat sekitar proyek yang kerap mengeluhkan aktivitas truk pengangkut timbunan ini. Saat peninjauan itu, Chaidir menyusuri sepanjang jalan poros yang dilalui truk pengangkut timbunan.
Baca juga:Pembebasan Lahan Rel Kereta Api di Maros Capai 98 Persen
"Hari ini saya bersama Kapolres dan Kadishub dan beberapa warga turun langsung meninjau kondisi jalan yang dilalui truk pengangkut tanah timbunan," ungkap Chaidir .
Usai melihat kondisi jalan, Chaidir kembali melakukan evaluasi bersama warga. Ia pun menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan kritikan warga, apalagi terkait pembangunan rel kereta api yang masuk dalam proyek strategis nasional ini.
Chaidir menegaskan, bahwa aktivitas pengangkutan timbunan harus selesai pertengahan bulan November, sebab, di akhir bulan akan masuk musim hujan, sesuai data BMKG.
Lihat Juga :