Makin Cantik, Penataan Empat Stasiun KA Rampung dan Akan Diuji Coba
Rabu, 03 Juni 2020 - 08:32 WIB
loading...
A
A
A
Syafrin menegaskan, kawasan stasiun harus tertib dan rapi sehingga memberikan rasa nyaman bagi pengguna transportasi. "Tujuan penataan adalah untuk menciptakan ketertiban di kawasan stasiun dengan tetap mengedepankan kepentingan publik, yang mencakup kemudahan, kenyamanan, dan keamanan pengguna transportasi, jaminan bisnis bagi ojek online, ojek pangkalan, dan pedagang kaki lima (PKL) tersedia," ungkapnya.
Dia mengakui, kondisi lalu lintas di kawasan sekitar stasiun sebelum tertata dengan rapi kerap menimbulkan penumpukan penumpang yang berimbas pada kemacetan. Oleh karena itu, kata dia, beberapa area kawasan stasiun, seperti area penurunan dan pengambilan penumpang (drop off-pick up) ojol prerlu ditata agar tidak menimbulkan hambatan lalu lintas di area stasiun.
"Lalu ada area parkir sementara opang yang juga ditempatkan di dalam area transit sehingga tetap mudah melayani penumpang," terang Syafrin. (Baca juga: Jelang New Normal, PT KCI Siapkan Kebijakan Baru)
Selain itu, juga dibangun plaza pedestrian sebagai area terbuka yang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Fasilitas ini terdapat di Stasiun Pasar Senen. Disediakan pula transit area sebagai tempat menunggu sementara bagi penumpang yang akan melanjutkan atau pindah angkutan. Hal itu menjadi fasilitas penataan utama Stasiun Tanah Abang.
Di Stasiun Sudirman, pintu masuk sisi barat direlokasi, agar makin luas dan dekat dengan terowongan Kendal. "Secara keseluruhan penataan stasiun ini mengutamakan pejalan kaki sebagai prioritas utama. Sehingga dalam setiap konsep penataan kawasan stasiun, kepentingan atau fasilitas pejalan kaki adalah yang utama," tandas dia.
Kemudian, kata Syafrin, pesepeda sebagai prioritas kedua sehingga ditempatkan bike rack bagi para pengguna kereta yang mengawali ataupun melanjutkan mobilitasnya menggunakan sepeda. Prioritas ketiga adalah angkutan umum, sehingga di setiap konsep penataan kawasan stasiun akan diarahkan untuk dapat terintegrasi langsung dengan angkutan umum massal (AUM) lainnya, yaitu bus Transjakarta dan angkutan umum lainnya, sesuai dengan konsep Jak Lingko.
Dia mengakui, kondisi lalu lintas di kawasan sekitar stasiun sebelum tertata dengan rapi kerap menimbulkan penumpukan penumpang yang berimbas pada kemacetan. Oleh karena itu, kata dia, beberapa area kawasan stasiun, seperti area penurunan dan pengambilan penumpang (drop off-pick up) ojol prerlu ditata agar tidak menimbulkan hambatan lalu lintas di area stasiun.
"Lalu ada area parkir sementara opang yang juga ditempatkan di dalam area transit sehingga tetap mudah melayani penumpang," terang Syafrin. (Baca juga: Jelang New Normal, PT KCI Siapkan Kebijakan Baru)
Selain itu, juga dibangun plaza pedestrian sebagai area terbuka yang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Fasilitas ini terdapat di Stasiun Pasar Senen. Disediakan pula transit area sebagai tempat menunggu sementara bagi penumpang yang akan melanjutkan atau pindah angkutan. Hal itu menjadi fasilitas penataan utama Stasiun Tanah Abang.
Di Stasiun Sudirman, pintu masuk sisi barat direlokasi, agar makin luas dan dekat dengan terowongan Kendal. "Secara keseluruhan penataan stasiun ini mengutamakan pejalan kaki sebagai prioritas utama. Sehingga dalam setiap konsep penataan kawasan stasiun, kepentingan atau fasilitas pejalan kaki adalah yang utama," tandas dia.
Kemudian, kata Syafrin, pesepeda sebagai prioritas kedua sehingga ditempatkan bike rack bagi para pengguna kereta yang mengawali ataupun melanjutkan mobilitasnya menggunakan sepeda. Prioritas ketiga adalah angkutan umum, sehingga di setiap konsep penataan kawasan stasiun akan diarahkan untuk dapat terintegrasi langsung dengan angkutan umum massal (AUM) lainnya, yaitu bus Transjakarta dan angkutan umum lainnya, sesuai dengan konsep Jak Lingko.
Lihat Juga :