Jumlah ODGJ di Jabar Melonjak Selama Pandemi, Pemprov Siapkan Psikobar KJOL
Senin, 11 Oktober 2021 - 14:06 WIB
loading...
Pandemi COVID-19 mengakibatkan lonjakan jumlah ODGJ di Jabar Foto/Istimewa
A
A
A
BANDUNG - Dinas Kesehatan Jawa Barat (Dinkes Jabar) menyebutkan, selama pandemi COVID-19 melanda, terjadi lonjakan jumlah orang dengan gangguan jiwa ( ODGJ ) di Provinsi Jawa Barat. Untuk mengatasi persoalan itu, Pemprov Jabar siapkan konsultasi jiwa online (KJOL) yang diintegrasikan dengan aplikasi Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar).
Mengacu pada data tahun 2020, jumlah ODGJ yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua di Kabupaten Bandung Barat meningkat hingga 20 persen. Pasien ODGJ ini berasal dari berbagai daerah di Jabar, di antaranya kabupaten yang memiliki sentra industri besar. Baca juga: Diduga Idap Gangguan Jiwa, Pria di Makassar Coba Bunuh Diri Dari Ketinggian 75 Meter
Sehingga, sangat dimungkinkan ada korelasi antara kehilangan penghasilan dengan bertambahnya ODGJ tersebut. "Bahkan, kunjungan pasien cemas di RSJ milik Pemprov Jabar di Cisarua hingga Agustus 2020 meningkat 14 persen dibanding tahun sebelumnya," ungkap Direktur RSJ Provinsi Jabar, dr Elly Marliyani, Senin (11/10/2021).
Menurutnya, pandemi COVID-19 tidak hanya menyerang secara ekonomi, namun juga psikologis masyarakat. Kondisi pandemi mengakibatkan tekanan psikologis yang berat di berbagai sektor. "Banyak masyarakat yang cemas dan khawatir dengan kondisi pandemi COVID-19," ungkapnya.
Selain itu, stigma terhadap fasilitas kesehatan jiwa masih kerap ditemui di masyarakat. Dia menilai, hal itu berdampak pada masyarakat yang kesulitan mengenali masalah kesehatan jiwanya.
Mengacu pada data tahun 2020, jumlah ODGJ yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua di Kabupaten Bandung Barat meningkat hingga 20 persen. Pasien ODGJ ini berasal dari berbagai daerah di Jabar, di antaranya kabupaten yang memiliki sentra industri besar. Baca juga: Diduga Idap Gangguan Jiwa, Pria di Makassar Coba Bunuh Diri Dari Ketinggian 75 Meter
Sehingga, sangat dimungkinkan ada korelasi antara kehilangan penghasilan dengan bertambahnya ODGJ tersebut. "Bahkan, kunjungan pasien cemas di RSJ milik Pemprov Jabar di Cisarua hingga Agustus 2020 meningkat 14 persen dibanding tahun sebelumnya," ungkap Direktur RSJ Provinsi Jabar, dr Elly Marliyani, Senin (11/10/2021).
Menurutnya, pandemi COVID-19 tidak hanya menyerang secara ekonomi, namun juga psikologis masyarakat. Kondisi pandemi mengakibatkan tekanan psikologis yang berat di berbagai sektor. "Banyak masyarakat yang cemas dan khawatir dengan kondisi pandemi COVID-19," ungkapnya.
Selain itu, stigma terhadap fasilitas kesehatan jiwa masih kerap ditemui di masyarakat. Dia menilai, hal itu berdampak pada masyarakat yang kesulitan mengenali masalah kesehatan jiwanya.
Lihat Juga :