Jadi Favorit Bung Karno, Musik Keroncong Sempat Dicap PKI
Senin, 11 Oktober 2021 - 05:49 WIB
loading...
A
A
A
Tercatat Bung Karno pernah memutarkan musik keroncong yang jadi favoritnya saat kunjungannya ke Belanda, dan beberapa negara lainnya. Hal ini tentu membuat musik keroncong menjadi kian dikenal di beberapa negara, sebagai musik asli Indonesia.
Baca juga: Mobil Vaksin Keliling Disebar, Fokus Percepat Vaksinasi COVID-19 di Gerbang Kertasusila
Namun karena identiknya musik keroncong dengan Bung Karno, pasca kejadian G30S/PKI keroncong diidentikkan dengan musiknya para kaum kiri dan menjadi musuh negara, yang tak diperbolehkan dimainkan.
Bahkan pasca peristiwa 65, pihaknya mencatat ada penghentian memainkan lagu keroncong kepada seniman asal Jakarta, yang dianggap menjadi anggota Lekra, organisasi sayap kesenian yang berafiliasi dengan PKI.
"Ada kasus seorang kakek di Jakarta namanya Supaksi, dihentikan (main keroncong ) karena diindikasikan dia memainkan lagu-lagu yang mengarah katanya dianggap warnanya orang merah komunis. Pasca 65 dihentikan dianggap sebagai Lekra, padahal dia bukan Lekra. Dia ngamennya memang genre-nya keroncong, tapi dianggap sebagai Lekra," terangnya.
Baca juga: Tak Pernah Tunda Pelaksanaan Travel Bubble, Gubernur: Kepri Siap Terima Wisman
Keberpihakan Bung Karno kepada blok kiri di ujung pemerintahannya sebagai presiden, juga membuat stereotipe musik keroncong identik dengan komunis semakin kuat. Hal ini diperparah peristiwa G30S/PKI.
Baca juga: Mobil Vaksin Keliling Disebar, Fokus Percepat Vaksinasi COVID-19 di Gerbang Kertasusila
Namun karena identiknya musik keroncong dengan Bung Karno, pasca kejadian G30S/PKI keroncong diidentikkan dengan musiknya para kaum kiri dan menjadi musuh negara, yang tak diperbolehkan dimainkan.
Bahkan pasca peristiwa 65, pihaknya mencatat ada penghentian memainkan lagu keroncong kepada seniman asal Jakarta, yang dianggap menjadi anggota Lekra, organisasi sayap kesenian yang berafiliasi dengan PKI.
"Ada kasus seorang kakek di Jakarta namanya Supaksi, dihentikan (main keroncong ) karena diindikasikan dia memainkan lagu-lagu yang mengarah katanya dianggap warnanya orang merah komunis. Pasca 65 dihentikan dianggap sebagai Lekra, padahal dia bukan Lekra. Dia ngamennya memang genre-nya keroncong, tapi dianggap sebagai Lekra," terangnya.
Baca juga: Tak Pernah Tunda Pelaksanaan Travel Bubble, Gubernur: Kepri Siap Terima Wisman
Keberpihakan Bung Karno kepada blok kiri di ujung pemerintahannya sebagai presiden, juga membuat stereotipe musik keroncong identik dengan komunis semakin kuat. Hal ini diperparah peristiwa G30S/PKI.
Lihat Juga :