Kisah Istana Kerajaan Majapahit, Ternyata Mahapatih Gajah Mada Tinggal di Utara Benteng

Selasa, 05 Oktober 2021 - 11:40 WIB
loading...
Kisah Istana Kerajaan...
Candi Brahu, salah satu peninggalan dari masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Foto/SINDOnews/Tritus Julan
A A A
Keberadaan Istana Majapahit, hingga kini masih terus menjadi pusat penelitian oleh para arkeolog. Dari temuan-temuan yang sudah ada, istana tersebut menempati lahan yang sangat luas.

Baca juga: Kisah Fitnah Keji di Majapahit, Membuat Mpu Prapanca Dipecat dan Diusir

Dalam kompleks yang sangat luas tersebut, kawasan Istana Kerajaan Majapahit dibagi dalam beberapa bagian dan di tempati sejumlah orang, baik dari keluarga kerajaan maupun sejumlah pejabat Majapahit.



Dikisahkan dalam buku "Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit ", karya Slamet Muljana, Istana Majapahit dibagi menjadi beberapa bagian untuk keluarga istana dan anggota kerajaan. Istana sebelah utara di belakang paseban, tempat tinggal Rani Kahuripan bersama suaminya Sri Nata Kertawardana.

Baca juga: Atap Sekolah Ambruk Saat Diperbaiki, 2 Pekerja Terluka

Istana sebelah timur jauh dari pintu pertama adalah istana Raja Hayam Wuruk yang bergelar Sri Nata Rajasanagara. Istana sebelah selatan adalah istana saudara perempuan sri nata, yakni Rani Pajang bersama suaminya Singawardana, Raja Paguhan.

Semua rumah mempunyai tiang-tiang yang penuh berukir berwarna - warna, kakinya dari batu merah penuh relief, bermacam - macam atapnya. Halamannya ditanami pohon tanjung, kesara, dan campaka.

Sementara di sebelah barat laut istana Majapahit, berdiri beberapa bangunan tempat tinggal menteri, yang bertindak sebagai sesepuh panangkil, atau orang yang mengetuai orang-orang yang menghadap.

Baca juga: Harga Telur Terjun Bebas, Peternak Mulai Cuci Gudang Ayam Produktif

Di sebelah selatan adalah rumah tinggal para abdi dalem Raja Paguhan, yang terus-menerus menghadap. Bagian ini terletak antara dua jalan, yakni jalan dari timur ke jurusan barat dan dari utara ke jurusan selatan.

Sekarang tentang keadaan di luar benteng, di sebelah timur adalah tempat tinggal para pendeta Siwa dengan pemukanya hyang Bhrahmaraja. Di sebelah timur, terpisah oleh lapangan adalah pesanggrahan Raja Wengker.

Raja Matahun dan Rani Lasem tinggal di bangunan paling ujung, berbatasan dengan benteng istana. Demikianlah di sebelah luar benteng adalah gedung Raja Matahun, di sebelah dalam benteng adalah istana tempat tinggal Raja Majapahit.

Baca juga: Bersama Polwan-polwan Cantik, Kapolda Sulut Gerebek Rumah Pangdam XIII/Merdeka

Di ujung timur sebelah selatan benteng, yang berbatasan dengan istana adalah tempat tinggal kepala mahkamah agung (Dharmadhyaksa) dengan diapit dua candi. Di sebelah timur adalah Candi Siwa, di sebelah baratnya adalah Candi Buddha.

Para pendeta Buddha dengan pemukanya bernama Rengkannadi, menempati bagian selatan di luar benteng. Di sebelah utara benteng di bagian timur adalah rumah Patih Gajah Mada. Sedangkan di bagian barat adalah rumah Bhatara Narapati, Patih Daha.

Baca juga: Asyik Pesta Sabu di Rumahnya, Pejabat Pemkab Mamuju Diringkus Polisi

Selanjutnya, di sebelah barat benteng bagian utara adalah tempat tinggal para menteri dan punggawa atau pegawai kerajaan. Di bagian selatan adalah tempat tinggal sentana raja atau sanak saudara raja dan para ksatria.

Demikian dikisahkan Kakawin Negarakertagama, tentang daerah tempat tinggal baik di dalam maupun di luar benteng Kerajaan Majapahit, begitu sangat rapi dan teratur. Pembagian tempat tinggal ini didasari pada golongan dan aliran agamanya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Pilu Mpu Prapanca,...
Kisah Pilu Mpu Prapanca, Difitnah Kaum Bangsawan dan Diusir dari Istana Majapahit
Kisah Moksa Mahapatih...
Kisah Moksa Mahapatih Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura
Harmonisasi Majapahit...
Harmonisasi Majapahit dan Campa Mulai dari Pernikahan Politik hingga Pemberian Suaka ke Raja
Kisah Raja Tribhuwana...
Kisah Raja Tribhuwana Tunggadewi Mempercayakan Perempuan Memimpin di Majapahit
Tiga Saran Gayatri Wujudkan...
Tiga Saran Gayatri Wujudkan Sumpah Palapa Gajah Mada
Sosok Mpu Nambi, Mahapatih...
Sosok Mpu Nambi, Mahapatih Pertama Kerajaan Majapahit yang Jago Siasat Perang
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka: Dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Hadir...
Febrie Adriansyah Hadir Diperiksa Kejagung, Kehadirannya Tak Tertangkap Awak Media
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Berita Terkini
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
Tokoh Masyarakat Merauke:...
Tokoh Masyarakat Merauke: PSN Wanam Harus Jamin Masa Depan Pendidikan Anak
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Diterima, Polda Metro Jaya: Itu Bukan Akhir dari Semuanya
Wali Kota Tangsel Paparkan...
Wali Kota Tangsel Paparkan Penanganan Kekeringan, Kebakaran, hingga PSEL
Peringati Hari Anak...
Peringati Hari Anak Nasional 2026, 25 Unit Mobil Pintar Sebar Akses Pendidikan Inklusif dari Sabang sampai Merauke
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved