Kakek Bejat Diduga Tega Cabuli Cucu Sendiri di Kendari
Selasa, 02 Juni 2020 - 14:08 WIB
loading...
A
A
A
Memastikan luka yang dialami oleh korban, pihak keluarga kemudian membawanya ke Puskesmas Abeli. Di sana mereka diarahkan melapor ke Polsek setempat, namun kata ayah korban pihaknya diminta datang melapor keesokan harinya, Jumat (17/4/2020).
Laporan polisi itu pun keluar dengan nomor: 6/IV/2020/SULTRA/Res.Kdi/Polsek Abeli 17 April 2020. Ayah korban ini menyatakan, hasil visum yang sudah dilakukan oleh pihak keluarga bersama kepolisian menerangkan bahwa benar selaput darah robek dan ditemukan sperma baru di area vital korban. (Baca juga : Nekat! 2 Pemuda Curi TV di Pos Satpam Perumahan Elite di Medan )
Hasil visumnya diserahkan ke polisi berserta pakaian dalam yang terdapat bercak darahnya. Namun, ayah korban mengeluhkan lambannya kinerja kepolisian. Pasalnya sudah memasuki dua bulan setelah kasus ini dipolisikan, tapi pelaku juga belum juga ditangkap.
"Sudah sering kali saya bertanya mengenai kasus ini, kata penyidiknya belum cukup alat bukti untuk menangkap pelaku. Seharusnya polisi mengutamakan pengakuan anak saya dan mempertimbangkan psikologinya. Saya minta polisi agar segera memproses kasus ini," pungkas dia.
Terpisah, Kapolsek Abeli IPTU La Ode Arsanka mengaku, telah bekerja keras memproses kasus ini demi mengungkap siapa pelakunya. Namun, sudah hampir dua bulan, pihaknya terkendala kurangnya saksi.
Laporan polisi itu pun keluar dengan nomor: 6/IV/2020/SULTRA/Res.Kdi/Polsek Abeli 17 April 2020. Ayah korban ini menyatakan, hasil visum yang sudah dilakukan oleh pihak keluarga bersama kepolisian menerangkan bahwa benar selaput darah robek dan ditemukan sperma baru di area vital korban. (Baca juga : Nekat! 2 Pemuda Curi TV di Pos Satpam Perumahan Elite di Medan )
Hasil visumnya diserahkan ke polisi berserta pakaian dalam yang terdapat bercak darahnya. Namun, ayah korban mengeluhkan lambannya kinerja kepolisian. Pasalnya sudah memasuki dua bulan setelah kasus ini dipolisikan, tapi pelaku juga belum juga ditangkap.
"Sudah sering kali saya bertanya mengenai kasus ini, kata penyidiknya belum cukup alat bukti untuk menangkap pelaku. Seharusnya polisi mengutamakan pengakuan anak saya dan mempertimbangkan psikologinya. Saya minta polisi agar segera memproses kasus ini," pungkas dia.
Terpisah, Kapolsek Abeli IPTU La Ode Arsanka mengaku, telah bekerja keras memproses kasus ini demi mengungkap siapa pelakunya. Namun, sudah hampir dua bulan, pihaknya terkendala kurangnya saksi.
Lihat Juga :