Kakek Bejat di Kendari Diduga Tega Cabuli Cucu Sendiri

Selasa, 02 Juni 2020 - 13:45 WIB
loading...
Kakek Bejat di Kendari...
Seorang bocah berusia 3,6 tahun warga Kecamatan Abeli, Kendari, Sulawesi Tenggara harus merasakan trauma karena menjadi korban pencabulan kakeknya sendiri ND(50). Ilustrasi/SINDOnews
A A A
Seorang bocah berusia 3,6 tahun warga Kecamatan Abeli, Kendari, Sulawesi Tenggara harus merasakan trauma karena diduga menjadi korban pencabulan kakeknya sendiri ND (50).

Kasus pencabulan yang terjadi sejak 17 April 2020 lalu ini telah dilaporkan orang tua korban ke Polsek, nanum pelaku belum juga di tangkap dengan alasan masih dalam tahap penyelidikan.

Ayah korban berinisial A bercerita, peristiwa itu bermula saat korban datang ke rumah neneknya bersama ibunya di Kecamatan Abeli, Kamis (16/4/2020).

Korban kemudian dibiarkan bermain sendiri sampai siang hari dan setelah kemudian diajak pulang. Setelah Salat Isya, saat hendak dimandikan oleh ibunya korban mengeluhkan sakit di area vitalnya. Saat dicek lalu ditanya, korban menyebut sempat dicabuli oleh ND.

"Di kamar kecil anak ini mengeluh sakit di area vitalnya. Ibunya yang periksa, ada luka, di pakaian dalamnya ada darah," ungkap orang tua korban kepada wartawan di Warkop Mo, Jalan Saranani, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Selasa (2/6/2020).

Memastikan luka yang dialami oleh korban, pihak keluarga kemudian membawanya ke Puskesmas Abeli. Di sana mereka diarahkan melapor ke Polsek setempat, namun kata ayah korban pihaknya diminta datang melapor keesokan harinya, Jumat (17/4/2020).

Laporan polisi itu pun keluar dengan nomor: 6/IV/2020/SULTRA/Res.Kdi/Polsek Abeli 17 April 2020. Ayah korban ini menyatakan, hasil visum yang sudah dilakukan oleh pihak keluarga bersama kepolisian menerangkan bahwa benar selaput darah robek dan ditemukan sperma baru di area vital korban.

Hasil visumnya diserahkan ke polisi berserta pakaian dalam yang terdapat bercak darahnya. Namun, ayah korban mengeluhkan lambannya kinerja kepolisian. Pasalnya sudah memasuki dua bulan setelah kasus ini dipolisikan, tapi pelaku juga belum juga ditangkap.

"Sudah sering kali saya bertanya mengenai kasus ini, kata penyidiknya belum cukup alat bukti untuk menangkap pelaku. Seharusnya polisi mengutamakan pengakuan anak saya dan mempertimbangkan psikologinya. Saya minta polisi agar segera memproses kasus ini," pungkas dia.

Terpisah, Kapolsek Abeli IPTU La Ode Arsanka mengaku, telah bekerja keras memproses kasus ini demi mengungkap siapa pelakunya. Namun, sudah hampir dua bulan, pihaknya terkendala kurangnya saksi.

"Belum ada satu orang saksi pun yang menunjuk siapa pelakunya. Waktu kejadiannya saja belum jelas, jadi kami sampai hari ini belum menemukan saksi kira-kira mengarah kepada siapa pelakunya," jelas La Ode Arsanka melalui telepon, Selasa (2/6/2020).

Dia bahkan balik meminta, kalau ada saksi mengetahui atau yang bisa mengarah kepada pelaku agar disampaikan ke pihak kepolisian biar mereka lakukan langkah hukum. Menurut dia, dari sejumlah saksi belum ada yang menyebutkan pelaku.

Arsanka menyatakan, satu saksi belum sah secara hukum. Oleh karena itu, hingga kini polisi masih mencari bukti-bukti yang mengarah kepada orang itu agar bisa mendukung keterangan anak itu. Katanya, terduga pelaku sudah diperiksa, namun yang bersangkutan tidak mengakui. Jadi polisi masih membutuhkan saksi.

"Tidak serta merta (saksi yang melihat), tapi tergantung keyakinan kami, keyakinan penyidik dan penyelidik yang bisa mengarah kepada pelaku. Tapi sampai hari ini dari sejumlah saksi yang kami periksa belum mengarah ke pelakunya juga belum berani menetapkan siapa tersangkanya," pungkas dia.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengacara Santriwati...
Pengacara Santriwati Korban Pencabulan di Pati Tolak Disogok Rp400 Juta untuk Cabut Laporan
Pendiri Ponpes Ndolo...
Pendiri Ponpes Ndolo Kusumo Pati yang Diduga Cabuli Puluhan Santriwati Ditangkap di Wonogiri!
Astaga! Suami Serahkan...
Astaga! Suami Serahkan Istrinya Disetubuhi Dukun Gegara Santet
Ini Tampang Predator...
Ini Tampang Predator Anak Laki-laki di Bekasi, Polisi: Pelaku Sehat dan Sadar Penuh!
Sahroni Desak Oknum...
Sahroni Desak Oknum Polisi yang Lecehkan Korban Pemerkosaan di NTT Ditindak Tegas
Miris! Bocah 7 Tahun...
Miris! Bocah 7 Tahun Dicabuli Teman Sebaya, Orang Tua Sebut Laporannya Ditolak Polisi
Geger! Warga Kepung...
Geger! Warga Kepung Rumah Kyai yang C4b*l1 50 Santriwati
Pesantren Harus Jadi...
Pesantren Harus Jadi Ruang Aman, Perempuan Bangsa Hadirkan Modul Anti Pencabulan
Marak Dokter Cabul,...
Marak Dokter Cabul, Penyalahgunaan Kekuasaaan hingga Krisis Etika Jadi Faktor
Rekomendasi
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Warga Surabaya Antusias...
Warga Surabaya Antusias Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026
Berita Terkini
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved