Siaga Banjir, Pemkab Bekasi Normalisasi 47 Titik Banjir
Minggu, 03 Oktober 2021 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
Untuk diketahui, Pemerintah kabupaten Bekasi mencatat 21 dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi masuk wilayah rawan banjir. Warga pun diminta waspada, terlebih hujan deras akan mulai mengguyur wilayahnya dalam rentang waktu ke depan. Apalagi, genangan kerap terjadi saat hujan turun.
Akibat hujan lebat yang turun sejak beberapa waktu lalu mengakibatkan banjir di dua titik yakni Kali Ulu Cikarang Utara dan Kedungwaringin. Kendati tidak sampai mengenangi rumah warga, kondisi ini harus tetap diwaspadai. Bukan tidak mungkin jika hujan dengan intensitas tinggi membuat banjir besar kembali merendam Kabupaten Bekasi.
Bahkan, banjir besar yang terjadi awal tahun lalu membuat jumlah wilayah rawan bencana di Kabupaten Bekasi meningkat dari semula 20 kini menjadi 21 kecamatan dari 23 kecamatan dengan titik banjir berjumlah 157 titik. Banjir di wilayah ini tinggi muka air bisa mencapai lebih dari dua meter. (Baca juga; Guru di Bekasi Wajib Vaksin Booster Moderna )
Terparah terjadi di Pebayuran lantaran tanggul di hilir Citarum jebol sehingga merendam ribuan rumah warga. Lebih dari itu, puluhan ribu warga pun terpaksa mengungsi. Sedangkan hanya dua yang tingkat kerawanannya banjirnya rendah yaitu Bojongmangu dan Cibarusah. Kendati tingkat kerawanan banjir rendah, bukan berarti kedua daerah itu bebas bencana.
Bojongmangu merupakan daerah dataran tinggi sehingga rawan terjadi longsor. Sedangkan Cibarusah hampir saban tahun dilanda bencana kekeringan karena sulit menemukan mata air.Untuk meminimalkan dampak bencana, pihaknya tengah menambah delapan desa tanggap bencana (Destana).
Akibat hujan lebat yang turun sejak beberapa waktu lalu mengakibatkan banjir di dua titik yakni Kali Ulu Cikarang Utara dan Kedungwaringin. Kendati tidak sampai mengenangi rumah warga, kondisi ini harus tetap diwaspadai. Bukan tidak mungkin jika hujan dengan intensitas tinggi membuat banjir besar kembali merendam Kabupaten Bekasi.
Bahkan, banjir besar yang terjadi awal tahun lalu membuat jumlah wilayah rawan bencana di Kabupaten Bekasi meningkat dari semula 20 kini menjadi 21 kecamatan dari 23 kecamatan dengan titik banjir berjumlah 157 titik. Banjir di wilayah ini tinggi muka air bisa mencapai lebih dari dua meter. (Baca juga; Guru di Bekasi Wajib Vaksin Booster Moderna )
Terparah terjadi di Pebayuran lantaran tanggul di hilir Citarum jebol sehingga merendam ribuan rumah warga. Lebih dari itu, puluhan ribu warga pun terpaksa mengungsi. Sedangkan hanya dua yang tingkat kerawanannya banjirnya rendah yaitu Bojongmangu dan Cibarusah. Kendati tingkat kerawanan banjir rendah, bukan berarti kedua daerah itu bebas bencana.
Bojongmangu merupakan daerah dataran tinggi sehingga rawan terjadi longsor. Sedangkan Cibarusah hampir saban tahun dilanda bencana kekeringan karena sulit menemukan mata air.Untuk meminimalkan dampak bencana, pihaknya tengah menambah delapan desa tanggap bencana (Destana).
(wib)
Lihat Juga :