Siaga Banjir, Pemkab Bekasi Normalisasi 47 Titik Banjir
Minggu, 03 Oktober 2021 - 14:49 WIB
loading...
Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi, Kabupaten Bekasi terus melakukan normalisasi di puluhan titik sungai di wilayahnya untuk mengantisipasi datangnya banjir musiman. Foto/SINDOnews
A
A
A
BEKASI - Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi, Kabupaten Bekasi terus melakukan normalisasi di puluhan titik sungai di wilayahnya untuk mengantisipasi datangnya banjir musiman. Sebab, penyebab terbesar banjir di wilayahnya karena meluapnya sungai akibat pendangkalan sungai maupun tanggul yang jebol.
”Ada 47 titik normalisasi yang dilakukan tahun ini, dan titik itu tersebar semua di 23 Kecamatan. Program normalisasi ini yang diutamakan pada di titik-titik yang sudah pernah terjadi banjir,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, Minggu (3/10/2021).
Menurut dia, dari data sebelumnya, ada 14 kecamatan yang rawan banjir dan yang paling utama dilakukan normalisasi sungai agar banjirnya bisa berkurang. Berdasarkan hasil pengamatan pihaknya di lokasi banjir, pelaksanaan normalisasi ini cukup signifikan dan sangat diperlukan untuk mengurangi luapan banjir di wilayahnya. (Baca juga; Kepsek SMAN 19 Bekasi Dijebloskan ke Tahanan, Diduga Korupsi USB )
”Sejauh ini yang kita lihat banjir di permukiman warga karena DAS (daerah aliran sungai) menyempit dan pendangkalan di beberapa sungai di Bekasi,” ucapnya. Dengan menyempitnya DAS tersebut membuat kesulitan petugas melakukan normalisasi, sehingga normalisasi dilakukan dengan cara manual, yakni menggunakan cangkul.
Proses normalisasi juga terkendala lahan di pinggir kali atau sungai, yang dibuat oleh masyarakat untuk berkebun, kandang ayam, bangunan, dan lainnya. Sehingga, pelaksanaan normalisasi terkendala. ”Diharapkan, masyarakat yang tinggal di pinggir kali, tidak membuat hal-hal yang dapat mengganggu aliran DAS, agar memudahkan normalisasi,” imbuhnya.
”Ada 47 titik normalisasi yang dilakukan tahun ini, dan titik itu tersebar semua di 23 Kecamatan. Program normalisasi ini yang diutamakan pada di titik-titik yang sudah pernah terjadi banjir,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, Minggu (3/10/2021).
Menurut dia, dari data sebelumnya, ada 14 kecamatan yang rawan banjir dan yang paling utama dilakukan normalisasi sungai agar banjirnya bisa berkurang. Berdasarkan hasil pengamatan pihaknya di lokasi banjir, pelaksanaan normalisasi ini cukup signifikan dan sangat diperlukan untuk mengurangi luapan banjir di wilayahnya. (Baca juga; Kepsek SMAN 19 Bekasi Dijebloskan ke Tahanan, Diduga Korupsi USB )
”Sejauh ini yang kita lihat banjir di permukiman warga karena DAS (daerah aliran sungai) menyempit dan pendangkalan di beberapa sungai di Bekasi,” ucapnya. Dengan menyempitnya DAS tersebut membuat kesulitan petugas melakukan normalisasi, sehingga normalisasi dilakukan dengan cara manual, yakni menggunakan cangkul.
Proses normalisasi juga terkendala lahan di pinggir kali atau sungai, yang dibuat oleh masyarakat untuk berkebun, kandang ayam, bangunan, dan lainnya. Sehingga, pelaksanaan normalisasi terkendala. ”Diharapkan, masyarakat yang tinggal di pinggir kali, tidak membuat hal-hal yang dapat mengganggu aliran DAS, agar memudahkan normalisasi,” imbuhnya.
Lihat Juga :