Pemerintah Awasi Proyek Pariwisata Strategis Gunakan Aplikasi Digital
Minggu, 03 Oktober 2021 - 10:59 WIB
loading...
Pemerintah awasi proyek pariwisata menggunakan aplikasi digital.Foto/ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia mengunakan aplikasi digital Tomps untuk melakukan pengawasan proyek Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Penggunaan aplikasi akan memudahkan monitoring proyek.
Lima proyek DPSP yang mengunakan sistem pengawasan digital dalam integrasi percepatan dan pengawasan, yaitu proyek Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo Flores, Mandalika serta Likupang.
Baca juga: Main Sampan di Waduk Cirata, 4 Siswa SMP Tenggelam, 3 Selamat 1 Hilang
Tak hanya itu, Tomps juga dipercaya oleh berbagai pengembang untuk mengelola dan menyukseskan proyek. Di antaranya adalah PT Telekomunikasi Indonesia, PT Metra-Net, PT Technology Karya Mandiri, PT Mitra Cipta Sarana, PT Pekalongan Suka Mandiri, PT Mitra Cipta Sarana, PT Hikmah Alam Sentosa, dan masih banyak lagi.
Menurut CEO aplikasi Tomps Arif Fajaruddin, aplikasinya telah digunakan dalam sistem monitoring proyek berbasis Geographic Information System (GIS). Aplikasi tersebut memuat informasi pembangunan seperti total serapan anggaran, kategori proyek, realisasi fisik, kendala, hingga status proyek terkini di lapangan yang disertai bukti secara real-time.
"Selain itu, aplikasi Tomps ini juga rencananya akan digunakan seluruh anggota Dewan Pengarah Badan Otorita Pariwisata dan Kawasan Ekonomi Khusus. Tujuan utamanya untuk mendukung kemudahan monitoring kemajuan pekerjaan infrastruktur dalam proyek," ujarnya.
Menurut dia, hal tersebut bisa dilakukan berkat pengembangan pada sistem unggulan Tomps yakni Project Delivery Monitoring, Controlling, dan Project Geographical Area. Tomps juga siap mensupport sistem monitoring yang dapat diimplementasikan di seluruh kementerian dan instansi pemerintahan lainnya untuk berbagai proyek negara.
Lima proyek DPSP yang mengunakan sistem pengawasan digital dalam integrasi percepatan dan pengawasan, yaitu proyek Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo Flores, Mandalika serta Likupang.
Baca juga: Main Sampan di Waduk Cirata, 4 Siswa SMP Tenggelam, 3 Selamat 1 Hilang
Tak hanya itu, Tomps juga dipercaya oleh berbagai pengembang untuk mengelola dan menyukseskan proyek. Di antaranya adalah PT Telekomunikasi Indonesia, PT Metra-Net, PT Technology Karya Mandiri, PT Mitra Cipta Sarana, PT Pekalongan Suka Mandiri, PT Mitra Cipta Sarana, PT Hikmah Alam Sentosa, dan masih banyak lagi.
Menurut CEO aplikasi Tomps Arif Fajaruddin, aplikasinya telah digunakan dalam sistem monitoring proyek berbasis Geographic Information System (GIS). Aplikasi tersebut memuat informasi pembangunan seperti total serapan anggaran, kategori proyek, realisasi fisik, kendala, hingga status proyek terkini di lapangan yang disertai bukti secara real-time.
"Selain itu, aplikasi Tomps ini juga rencananya akan digunakan seluruh anggota Dewan Pengarah Badan Otorita Pariwisata dan Kawasan Ekonomi Khusus. Tujuan utamanya untuk mendukung kemudahan monitoring kemajuan pekerjaan infrastruktur dalam proyek," ujarnya.
Menurut dia, hal tersebut bisa dilakukan berkat pengembangan pada sistem unggulan Tomps yakni Project Delivery Monitoring, Controlling, dan Project Geographical Area. Tomps juga siap mensupport sistem monitoring yang dapat diimplementasikan di seluruh kementerian dan instansi pemerintahan lainnya untuk berbagai proyek negara.
Lihat Juga :