DPW PPP Tunggu Petunjuk DPP Terkait 3 Muscab yang Deadlock
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 07:53 WIB
loading...
A
A
A
Lanjut Amal, persoalan ini kemudian telah dilaporkan ke DPP. Dan sementara DPW menunggu instruksi selanjutnya terkait kelanjutan tiga Muscab yang deadlock tersebut.
“Nanti DPP lagi yang memberi petunjuk atau bagaimana. Apakah nanti aklamasi oleh DPP atau DPW, atau dikasih kesempatan,” ujarnya.
Amal bilang, segala sesuatu terkait persoalan di Muscab akan menunggu perintah DPP selanjutnya. “Ini kan DPP yang kasih izin. Kita melaporkan saja dan menunggu apa solusi dari DPP, dan apa petunjuknya,” bebernya.
Ketiga Muscab yang berakhir deadlock ini ditengarai karena calon ketuanya lebih dari satu orang. Ada persaingan sesama kader untuk menjadi ketua DPC.
Seperti di Muscab DPC PPP Makassar yang merupakan arena pertarungan antara Ketua Angkatan Muda Ka'bah (AMK) Sulsel, Rachmat Taqwa Quraisy (RTQ) dan Bendahara DPC, Akbar Yusuf. Keduanya sama-sama ngotot dan ingin membesarkan partai di Makassar.
Di Muscab PPP Takalar juga memunculkan dua nama yang berebut kursi ketua. Diantaranya ialah anggota DPRD Takalar, Dawati dan keluarga dari petahana, Nurdin HS.
“Nanti DPP lagi yang memberi petunjuk atau bagaimana. Apakah nanti aklamasi oleh DPP atau DPW, atau dikasih kesempatan,” ujarnya.
Amal bilang, segala sesuatu terkait persoalan di Muscab akan menunggu perintah DPP selanjutnya. “Ini kan DPP yang kasih izin. Kita melaporkan saja dan menunggu apa solusi dari DPP, dan apa petunjuknya,” bebernya.
Ketiga Muscab yang berakhir deadlock ini ditengarai karena calon ketuanya lebih dari satu orang. Ada persaingan sesama kader untuk menjadi ketua DPC.
Seperti di Muscab DPC PPP Makassar yang merupakan arena pertarungan antara Ketua Angkatan Muda Ka'bah (AMK) Sulsel, Rachmat Taqwa Quraisy (RTQ) dan Bendahara DPC, Akbar Yusuf. Keduanya sama-sama ngotot dan ingin membesarkan partai di Makassar.
Di Muscab PPP Takalar juga memunculkan dua nama yang berebut kursi ketua. Diantaranya ialah anggota DPRD Takalar, Dawati dan keluarga dari petahana, Nurdin HS.
Lihat Juga :