Mengintip Eduwisata Malam GLOW yang Bakal Mempercantik Kebun Raya Bogor
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 18:54 WIB
loading...
A
A
A
"Kami berharap GLOW ini bisa menjadi sebuah atraksi baru di mana mereka anak-anak muda atau milenial mau mencintai lagi kekayaan hayati kita, inilah intinya dari eduwisata GLOW itu sendiri," ungkap Bayu.
![Mengintip Eduwisata Malam GLOW yang Bakal Mempercantik Kebun Raya Bogor]()
Sementara itu, Plt Deputi Bidang Infrastruktur Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Yan Rianto mengatakan pihaknya tetap mengizinkan wisata malam GLOW beroperasi meski kajian belum keluar. Jika ditunda, justru tidak bisa melakukan riset atau penelitian.
Yan memastikan pengoperasionalan GLOW ini aman dan mengedepankan konservasi. Ditambah, waktu operasionalnya terbatas, yakni hanya Sabtu dan Minggu mulai pukul 18.00 WIB-22.00 WIB serta menggunakan lahan yang tak sampai 20 persen.
"Ini jadi kesempatan bagi kami untuk menjadikan sebagai situs penelitiann dan ini nanti bisa kita kumparasi dengan daerah lain di Kebun Raya yang 90 persennya tidak terpapar cahaya. Jadi itu kombinasi penelitian yang akan dilakukan," sambungnya.
![Mengintip Eduwisata Malam GLOW yang Bakal Mempercantik Kebun Raya Bogor]()
Saat ini, penelitian sudah dirancang dan pihaknya sebenarnya sudah mengidentifikasi sejumlah tanaman. Baik tanaman koleksi atau tanaman biasa.
"Tapi nanti tetap semua kita amati baik tanaman biasa dan koleksi. Masing-masing peneliti sudah menyiapkan designya dan nanti kita juga berencana memasang sensor, jadi bukan hanya GLOW saja tapi lainnya juga. Kalau penelitan kita biasanya dilakukan perbandingan itu bisa satu tahun," tutup Yan.

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Infrastruktur Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Yan Rianto mengatakan pihaknya tetap mengizinkan wisata malam GLOW beroperasi meski kajian belum keluar. Jika ditunda, justru tidak bisa melakukan riset atau penelitian.
Yan memastikan pengoperasionalan GLOW ini aman dan mengedepankan konservasi. Ditambah, waktu operasionalnya terbatas, yakni hanya Sabtu dan Minggu mulai pukul 18.00 WIB-22.00 WIB serta menggunakan lahan yang tak sampai 20 persen.
"Ini jadi kesempatan bagi kami untuk menjadikan sebagai situs penelitiann dan ini nanti bisa kita kumparasi dengan daerah lain di Kebun Raya yang 90 persennya tidak terpapar cahaya. Jadi itu kombinasi penelitian yang akan dilakukan," sambungnya.

Saat ini, penelitian sudah dirancang dan pihaknya sebenarnya sudah mengidentifikasi sejumlah tanaman. Baik tanaman koleksi atau tanaman biasa.
"Tapi nanti tetap semua kita amati baik tanaman biasa dan koleksi. Masing-masing peneliti sudah menyiapkan designya dan nanti kita juga berencana memasang sensor, jadi bukan hanya GLOW saja tapi lainnya juga. Kalau penelitan kita biasanya dilakukan perbandingan itu bisa satu tahun," tutup Yan.
(thm)
Lihat Juga :