Bayar Rp10.000 Minta Full Tank, Gerombolan Pelajar Mabuk Aniaya Petugas SPBU
Senin, 01 Juni 2020 - 21:32 WIB
loading...
Kapolsek Lembang Kompol Sarce Christiaty Leo Dima saat memberikan hukuman kepada para pelajar yang melakukan penganiayaan dengan menghormat bendera di Mapolsek Lembang, Senin (1/6/2020). SINDOnews/Adi Haryanto
A
A
A
BANDUNG BARAT - Segerombolan pelajar bermotor menganiaya seorang pegawai SPBU di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (31/5/2020) sore. Selain menganiaya, para pemuda mabuk itu memaksa motor mereka diisi bbm penuh dengan membayar Rp10.000.
"Pelaku dalam kondisi mabuk. Dia beli BBM full tank tapi tidak mau bayar dan hanya memberi uang Rp10.000," ungkap Kapolsek Lembang Kompol Sarce Christiaty Leo Dima kepada wartawan, Senin (1/6/2020). (Baca juga; Kota Bandung Rawan Street Crime, Pencuri Gasak Tas Berisi Uang Jutaan di Cicendo )
Dia menjelaskan, sebelum terjadi penganiayaan pelaku sempat terlibat cekcok dengan petugas yang mengisi bahan bakar ke motor pelaku. Sebab, pelaku hanya membayar Rp10.000 padahal harga yang harus dibayarkan Rp50.000.
Pelaku yang sedang dalam pengaruh minuman keras justru mencaci maki dan mengancam petugas SPBU. Pelaku kemudian pergi, namun tidak lama berselang kembali bersama dengan teman-temannya dan mencari korban. (Baca juga; Tanpa Pamit Pagi Berangkat, Belum Siang Sudah di Kamar Mayat )
Kembali terjadi adu mulut dan salah seorang pelaku kemudian kembali mencaci korban sambil mengeluarkan uang Rp100.000 sambil mengumpat dengan perkataan kasar. Kejadian itu memicu perdebatan sengit sehingga akhirnya korban dianiaya oleh pelaku beserta teman-temannya.
"Pelaku dalam kondisi mabuk. Dia beli BBM full tank tapi tidak mau bayar dan hanya memberi uang Rp10.000," ungkap Kapolsek Lembang Kompol Sarce Christiaty Leo Dima kepada wartawan, Senin (1/6/2020). (Baca juga; Kota Bandung Rawan Street Crime, Pencuri Gasak Tas Berisi Uang Jutaan di Cicendo )
Dia menjelaskan, sebelum terjadi penganiayaan pelaku sempat terlibat cekcok dengan petugas yang mengisi bahan bakar ke motor pelaku. Sebab, pelaku hanya membayar Rp10.000 padahal harga yang harus dibayarkan Rp50.000.
Pelaku yang sedang dalam pengaruh minuman keras justru mencaci maki dan mengancam petugas SPBU. Pelaku kemudian pergi, namun tidak lama berselang kembali bersama dengan teman-temannya dan mencari korban. (Baca juga; Tanpa Pamit Pagi Berangkat, Belum Siang Sudah di Kamar Mayat )
Kembali terjadi adu mulut dan salah seorang pelaku kemudian kembali mencaci korban sambil mengeluarkan uang Rp100.000 sambil mengumpat dengan perkataan kasar. Kejadian itu memicu perdebatan sengit sehingga akhirnya korban dianiaya oleh pelaku beserta teman-temannya.
Lihat Juga :