PTPN XI Tawarkan Klinik Welas Asih Medika Jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19
Selasa, 21 April 2020 - 21:50 WIB
loading...
Komisaris Utama PTPN XI Dedy Mawardi.Foto/ist
A
A
A
SURABAYA - PTPN XI menawarkan pada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Klinik Welas Asih Medika (WAM) Ngagel sebagai ruang isolasi pasien positif Covid-19 di Surabaya.
Komisaris Utama PTPN XI Dedy Mawardi mengatakan, Klinik WAM Ngagel saat ini ditutup oleh Pemkot Surabaya. Tapi bangunan dan fasilitas kesehatannya masih bisa difungsikan sebagai ruang isolasi pasien Covid-19.
“Kami menawarkan fasilitas itu digunakan oleh Pemkot Surabaya, tinggal diubah sedikit sudah bisa jadi ruang isolasi. Kami berharap tawaran ini bisa disambut oleh bu Risma (Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini," Dedy Mawardi, Selasa (21/4/2020).
Di Kota Surabaya saat ini terdapat 310 orang positif Covid-19. Kemudian yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 829 dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2.007.
"Saya sudah minta Rumah Sakit yang ada di Surabaya untuk menerima seluruh pasien warga Surabaya yang dinyatakan positif. Namun kondisinya memang sudah tidak cukup lagi, akhirnya hanya 107 yang bisa ditampung di rumah sakit dan lainnya terpaksa dirawat di rumah masing-masing," terang Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.
Komisaris Utama PTPN XI Dedy Mawardi mengatakan, Klinik WAM Ngagel saat ini ditutup oleh Pemkot Surabaya. Tapi bangunan dan fasilitas kesehatannya masih bisa difungsikan sebagai ruang isolasi pasien Covid-19.
“Kami menawarkan fasilitas itu digunakan oleh Pemkot Surabaya, tinggal diubah sedikit sudah bisa jadi ruang isolasi. Kami berharap tawaran ini bisa disambut oleh bu Risma (Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini," Dedy Mawardi, Selasa (21/4/2020).
Di Kota Surabaya saat ini terdapat 310 orang positif Covid-19. Kemudian yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 829 dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2.007.
"Saya sudah minta Rumah Sakit yang ada di Surabaya untuk menerima seluruh pasien warga Surabaya yang dinyatakan positif. Namun kondisinya memang sudah tidak cukup lagi, akhirnya hanya 107 yang bisa ditampung di rumah sakit dan lainnya terpaksa dirawat di rumah masing-masing," terang Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.
Lihat Juga :