Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Tak Dipinjami Korek Api, Ketua RT Ngamuk Rusak Sekretariat Mahasiswa di Makassar

loading...
Tak Dipinjami Korek Api, Ketua RT Ngamuk Rusak Sekretariat Mahasiswa di Makassar
Hanya karena permintaannya pinjam korek api tak dipenuhi, Ketua RT ngamuk merusak sekretariat mahasiswa. Foto/iNews TV/Muhammad Nur Bone
MAKASSAR - Sungguh keterlaluan kelakuan Ketua RT di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan ini. Hanya gara-gara tak dipinjami korek api, dia mengamuk dan merusakan sekretariat mahasiswa, Minggu (19/9/2021).

Baca juga: Ngeri! Puluhan Makam di Banyuwangi Mendadak Berantakan, Warga Tak Berani Mendekat

Ketua Rt yang diduga dalam kondisi mabuk miras tersebut, mengamuk dan merusak sekretariat mahasiswa dengan melempari batu. Akibatnya, sejumlah kaca jendela pecah, dan tiga korban penghuni asrama mengalami luka-luka akibat dianiaya Ketua RT.





Aksi kekerasan ini terjadi di Jalan Syekh Yusuf Katangka, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Sejumlah fasilitas asrama mengalami kerusakan akibat amukan Ketua RT yang sedang mabuk miras tersebut.

Baca juga: Asyik Dugem, Wanita-wanita Seksi dan Ratusan Pengunjung Diskotik Kaget Dibubarkan Polisi

Salah satu korban pemukulan, Jarre mengaku, awalnya Ketua Rt tersebut datang ke sekretariat mahasiswa untuk meminjam korek. Namun, karena para mahasiswa tersebut tidak memiliki korek, akhirnya tidak bisa meminjami korek api.

Mendapatkan jawaban dari mahasiswa, Ketua Rt itu langsung mengamuk melempari kaca jendela hingga pecah berantakan. "Saat itu pelaku langsung mengamuk, dan dari kami tiga orang mengalami luka akibat serangan brutal tersebut," tuturnya.

Baca juga: Pimpinan Teroris MIT Tewas Tertembak, Kapolda dan Danrem Pantau Langsung Lokasi Baku Tembak

Tiga orang yang dianiaya merupakan mahasiswa yang kebetulan berada di dalam sekretariat, serta seorang alumni yang sudah menjadi guru honorer dan kebetulan sedang berkunjung. Saat ini petugas Polsek Rappocini masih mendalami laporan tindakan kekerasan itu.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top