Bekerja Senyap Usut Korupsi Ratusan Juta, Kajari Depok: Ini soal Nyawa
Jum'at, 17 September 2021 - 20:22 WIB
loading...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
DEPOK - Kejaksaan Negeri (Kejari) bekerja secara senyap membongkar dugaan korupsi pembangunan ruang kelas di SDN Grogol 2, Limo, Kota Depok. Kejari Depok sudah menetapkan tiga orang tersangka.
“Kita menetapkan tiga orang tersangka, yaitu N (kepsek), W (ketua panitia), dan ketiga nanti menyusul inisialnya,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok, Sri Kuncoro, Jumat (17/9/2021).
Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Damkar Depok Mandek? Ternyata Ini yang Bikin Menghambat
Pembangunan ruang belajar SDN Grogol 2 itu menelan anggaran sekitar Rp1,5 miliar. Kerugian diperkirakan sekitar Rp300 juta. Memang, angkanya tergolong tidak begitu besar.
Namun yang menjadi perhatian Kejari Depok adalah dampak dari pembangunan yang dilakukan. Sebab jika tidak sesuai standar berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar, dan bahkan mengancam nyawa siswa dan guru.
“Kerugian hanya beberapa ratus juta. Tapi bagi kita miris. Karena kalau bangun gedung sekolah banyak disunatin, nanti kualitas bangunannya jelek. Selesai pandemi murid sekolah kembali dan tiba-tiba roboh, itu kerugian melebihi awalnya,” tandas Sri.
Sri menjelaskan, pengusutan kasus dugaan korupsi ini dimulai sejak awal tahun 2021. Pihaknya bekerja secara senyap namun tetap pada koridor hukum.
“Kita menetapkan tiga orang tersangka, yaitu N (kepsek), W (ketua panitia), dan ketiga nanti menyusul inisialnya,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok, Sri Kuncoro, Jumat (17/9/2021).
Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Damkar Depok Mandek? Ternyata Ini yang Bikin Menghambat
Pembangunan ruang belajar SDN Grogol 2 itu menelan anggaran sekitar Rp1,5 miliar. Kerugian diperkirakan sekitar Rp300 juta. Memang, angkanya tergolong tidak begitu besar.
Namun yang menjadi perhatian Kejari Depok adalah dampak dari pembangunan yang dilakukan. Sebab jika tidak sesuai standar berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar, dan bahkan mengancam nyawa siswa dan guru.
“Kerugian hanya beberapa ratus juta. Tapi bagi kita miris. Karena kalau bangun gedung sekolah banyak disunatin, nanti kualitas bangunannya jelek. Selesai pandemi murid sekolah kembali dan tiba-tiba roboh, itu kerugian melebihi awalnya,” tandas Sri.
Sri menjelaskan, pengusutan kasus dugaan korupsi ini dimulai sejak awal tahun 2021. Pihaknya bekerja secara senyap namun tetap pada koridor hukum.
Lihat Juga :