Apa Kaitannya Indra Catri dengan Akun Palsu Penebar Kebencian?

Minggu, 31 Mei 2020 - 19:29 WIB
loading...
Apa Kaitannya Indra...
Ilustrasi/Okezone
A A A
PADANG - Menjelang Pilgub Sumbar, suhu politik Ranah Minang makin menghangat. Beberapa hari ini, Sumbar dihebohkan dengan pemeriksaan Sekda Agam Martias Wanto dan Bupati Agam Indra Catri, terkait fitnah dan ujaran kebencian melalui akun palsu.

Masyarakat bertanya-tanya apa keterlibatan Kabag Umum Sekda dan Bupati Kabupaten Agam dengan akun palsu yang selama ini, sudah banyak menyebar fitnah dan ujaran kebencian.

Akun palsu tersebut, sudah memakan banyak korban melalui fitnah dan ujaran kebenciannya. Publik menilai kasus tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan makin dekatnya Pilkada Sumbar setelah dipastikan akan digelar pada 9 Desember 2020.

Salah satunya yang menjadi korban ujaran kebencian akun palsu tersebut, adalah anggota DPR RI dapil Sumbar II, Mulyadi. Ketika diminta tanggapannya terkait dirinya yang menjadi korban, apakah ada kaitannya dengan pencalonannya sebagai Gubernur Sumbar? Mulyadi menjawab, bisa saja hal ini ada kaitannya dengan Pilgub Sumbar.

Namun menurutnya, jika terkait kontestasi demokrasi, hal ini justru akan mencederai pelaku, karena akan mendapat sanksi sosial dari masyarakat.

“Mungkin saja, padahal sudah terbukti pemilu-pemilu sebelumnya melakukan fitnah dan ujaran kebencian tidak efektif. Kalau ketahuan oleh masyarakat, pembuat fitnah tersebut dihukum secara sosial oleh masyarakat,” ungkapnya.

Masyarakat Sumbar, dikatakan Mulyadi, tidak akan terpengaruh dengan kampanye hitam. Sebab, masyarakat Minang merupakan pemilih cerdas yang memiliki preferensi kinerja dan rekam jejak yang baik terhadap Sumbar.

“Masyarakat Sumbar adalah masyarakat dengan kategori pemilih cerdas, jadi tidak mudah dibohongi dengan hoax, informasi yang menyesatkan. Orang yang melakukan fitnah dengan tujuan untuk mendowngrade orang lain biasanya tidak punya percaya diri untuk berkompetisi. Harusnya calon peserta Pilkada menyosialisasikan kerja nyata ketika diberi amanah menjabat,” ungkapnya.

Mulyadi mengajak semua pihak untuk menjadikan kontestasi politik ini sebagai edukasi untuk masyarakat. Maka, kontestasi demokrasi harus dijalankan dengan kesadaran untuk memberi pendidikan politik yang baik, bukan sebaliknya.

“Pilkada adalah momentum untuk memberikan edukasi dan pencerdasan kepada masyarakat, bukannya memberikan contoh yang tidak baik,” tutur putra daerah Sumbar tersebut.

Terkait pembuatan akun palsu yang diduga dibuat oleh Kabag Umum Pemkab Agam, mengejutkan masyarakat dan tokoh-tokoh di Agam. Sebab, secara kepentingan, ASN tidak punya kepentingan dengan Pilkada. Hal ini semakin mensinyalir ada aktor yang menggerakkan tindakan tersebut.

Ketika Mulyadi ditanya terkait kasus yang mengorbankan dirinya apakah Indra Catri dalang di balik itu? Mulyadi menyerahkan kasus tersebut kepada Polda Sumbar untuk mengungkap, karena hal ini berkaitan dengan materi pemeriksaan.

“Saya tidak tahu, karena itu menyangkut substansi penyidikan. Kita belum mengetahuinya, bahkan saya tidak menyangka, karena Indra Catri sudah kenal saya lama,” ungkapnya.

Mulyadi menyayangkan terjadinya tindakan yang meresahkan masyarakat ini. Seharusnya di masa darurat COVID-19 ini, semua pihak bahu-membahu saling menolong bukan malah melakukan kampanye hitam dengan ujaran kebencian.

“Mari kita berlomba-lomba untuk kebaikan, apalagi di tengah wabah Corona. Kita perlu bahu-membahu membantu masyarakat, bukan hanya mengandalkan APBN, APBD serta BUMN, tapi kita harus ikhlas mengeluarkan sebagian yang kita miliki untuk mengatasi permasalahan COVID-19 ini. Sebab, yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil yang penghasilannya pas-pasan,” pungkasnya.
(zil)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa Magnitudo 5,2...
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Agam Sumatra Barat
5 Kali Gempa Dangkal...
5 Kali Gempa Dangkal Guncang Solok Selatan Sumbar, Berpusat di Darat
AKPI Distribusikan Bantuan...
AKPI Distribusikan Bantuan untuk Korban Bencana Sumbar
Prabowo Tiba di Sumbar,...
Prabowo Tiba di Sumbar, Kembali Tinjau Penanganan Bencana dan Pemulihan Infrastruktur
Pemprov Sumbar Perpanjang...
Pemprov Sumbar Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 22 Desember 2025
Pengungsi Korban Bencana...
Pengungsi Korban Bencana Sumbar Terserang 10 Jenis Penyakit, ISPA Terbanyak
Lagi, Abu Janda Diadukan...
Lagi, Abu Janda Diadukan ke Bareskrim soal Pernyataan Sumbar Intoleran dan Barbar
Dua Hari Terganggu,...
Dua Hari Terganggu, Sistem Kelistrikan di Sumbar Kembali Pulih 100%
28 Izin Perusahaan Perusak...
28 Izin Perusahaan Perusak Lingkungan di Aceh, Sumut, Sumbar Dicabut, Ini Daftar Namanya
Rekomendasi
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Baterai Menyatu Rangka,...
Baterai Menyatu Rangka, Jok Jadi Kasur, Layar Dasbor 2.5K, Leapmotor B10 SUV China Rasa Eropa
Berita Terkini
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved