Kabar Gembira, BOR RS COVID-19 di Jabar Tembus Satu Digit

Rabu, 15 September 2021 - 00:45 WIB
loading...
Kabar Gembira, BOR RS...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dalam konferensi pers virtual, Selasa (14/9/2021). Foto/Humas Pemprov Jabar
A A A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil menyampaikan kabar gembira terkait penanganan pandemi COVID-19 di Provinsi Jabar. Disampaikannya bahwa tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit (RS) COVID-19 di Jabar untuk pertama kalinya berada di angka satu digit.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emi l itu mengungkapkan, BOR Jabar kini berada di angka 9,3 persen. Menurutnya, tren BOR terus meturun sejak Juli 2021 yang sempat menyentuh angka di atas 90 persen. Sementara berdasarkan ketentuan WHO, angka BOR maksimal 60 persen. Baca juga: Ridwan Kamil Janji Berikan Apresiasi untuk Atlet Paralimpiade Tokyo 2020 Asal Jabar

"Jadi ini pertama kalinya BOR rumah sakit kita berada di satu digit. Alhamdulillah mudah-mudahan kita dapat mempertahankannya," ujar Kang Emil dalam konferensi pers virtual, Selasa (14/9/2021).

Seperti diketahui, pemerintah pusat telah mengumumkan perpanjangan PPKM level 13-20 September 2021. Sebanyak 11 daerah di Jabar berada di level 2, 14 daerah level 3, dan dua daerah level 4 yakni Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Cirebon.

Meskipun berstatus level 4, lanjut Kang Emil, namun di Purwakarta dan Cirebon sebenarnya tidak ada penambahan kasus COVID-19. Pihaknya pun tengah memfasilitasi singkronisasi data kasus antara dua pemerintah daerah tersebut dengan pemerintah pusat.

"Jadi, kesimpulannya bukan ada kenaikan kasus, tapi lebih kepada update data lama yang baru berhasil disinkronisasi dengan pemerintah pusat," jelas dia.

Sementara itu, berdasarkan data Bersatu Lawan COVID-19 per 13 September 2021, kasus aktif di Jabar menurun 502 kasus menjadi 6.945 orang. Sedangkan tingkat kesembuhan meningkat 705 orang menjadi 677.460 dan angka kematian bertambah tujuh orang.

Namun, kata Kang Emil, lagi-lagi angka tersebut merupakan data lama karena di lapangan angka kematian di Jabar nol. "Angka kematian (dicatat Jabar) nol, sementara dalam catatan PPKM level 4 itu kematiannya naik," ungkapnya.

Meski data yang tersampaikan belum sesuai, namun Kang Emil tetap mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan terutama di tempat-tempat umum yang kini telah dibuka secara bertahap.

Kang Emil pun mengungkapkan catatannya terkait aplikasi Peduli Lindungi yang kini menjadi alat skrining bagi masyarakat yang hendak memasuki tempat publik. Baca juga: BOR Jabar Menukik Tajam hingga Pecah Rekor, Ridwan Kamil: Kita Kebut Vaksinas

Menurutnya, aplikasi Peduli Lindungi hanya menyatakan orang sudah divaksin, sehingga wajar jika masih ada kebocoran orang-orang yang sudah divaksin, tapi positif COVID-19. "Kami antisipasi dengan tes antigen bagi pengunjung di mal dan ini akan kita jaga maksimal," katanya.

Kang Emil juga mengingatkan, meski berbagai sektor telah dibuka secara bertahap, namun mobilitas perlu tetap dibatasi. "Jangan pergi ke luar rumah jika tidak perlu-perlu amat. Kami juga memastikan seratus persen vaksinasi," katanya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPRD Kota Bandung Rancang...
DPRD Kota Bandung Rancang Regulasi Baru untuk Dorong Kinerja BPR Bandung
Kolaborasikan Musik-UMKM,...
Kolaborasikan Musik-UMKM, Konser HS Hey Slank Bandung Dipadati 25 Ribu Slankers
Konser HS Hey Slank...
Konser HS Hey Slank Sambangi Bandung, Spirit Dukung Industri Kreatif
Menginspirasi Publik,...
Menginspirasi Publik, Booth Program Keberlanjutan Hadirkan Solusi Kurangi Limbah Tekstil di Bandung
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Rekomendasi
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved