Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Masjid Jami Tine Tang, Wujud Bakti untuk Orang Tua dan Harmoni Keberagaman

loading...
Masjid Jami Tine Tang, Wujud Bakti untuk Orang Tua dan Harmoni Keberagaman
Masjid yang terletak di area Tol Lingkar Luar Bogor Ring Road ini cukup menarik perhatian masyarakat. (Ist)
BOGOR - Masjid yang terletak di area Tol Lingkar Luar Bogor Ring Road ini cukup menarik perhatian masyarakat. Hal itu karena arsitekur dan namanya yang unik, bergaya Tionghoa dan diberi nama Masjid Jami Tine Tang . Masjid tersebut diresmikan oleh Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto pada 8 April 2021 lalu.

Pengusaha jalan tol, Mohammad Jusuf Hamka sebagai pemrakarsa pembangunan Masjid ini menuturkan, bagaimana cerita di balik pemberian nama Masjid dan kenapa Menko Airlangga yang meresmikannya.

Jusuf Hamka yang juga akrab disapa Babah Alun menceritakan, Masjid tersebut dari awal memang ia bangun. Sebelumnya dia juga sudah membangun Masjid bergaya oriental di kolong Tol Layang Tanjung Priok, Papanggo, lalu di kolong Tol Ir Wiyoto, Jalan Pasir Putih, Ancol, Pademangan, dan satu satu lagi di pinggiran Tol Depok-Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan. Semuanya ia beri nama Masjid Babah Alun. Masjid di Tol Lingkar Luar Bogor ini rencana awalnya akan menjadi Masjid Babah Alun yang ke empat.

Namun suatu ketika, Jusuf yang juga menjadi salah satu staf khusus Menko Perekonomian, mendapat pertanyaan dari Menko Perekonomian Airlangga yang saat itu baru melewati Masjid yg tengah dibangunnya. "Suf, itu masjid siapa si?" Oh, Masjid saya, pak, saya yang mau buat," ujar Jusuf Hamka.



Airlangga saat itu mengatakan, ia juga punya niatan ingin membangun Masjid, untuk kedua orang tuanya, Ibu Hartini dan Almarhum Pak Hartarto Sastrosunarto. Airlangga juga mengaku tertarik pada Masjid yang dibangun Jusuf.

Karena mengenal cukup baik keluarga orang tua Airlangga, Jusuf menjawab, "Oh, iya. pakai aja kalau memang bapak mau. Tapi, apa bapak mau Masjid yang arsitekturnya oriental seperti ini?" kata Jusuf.

Airlangga menilai desain arsitekturnya cukup bagus. Namun ia menolak jika Masjid yang dibangun Jusuf Hamka diberikan begitu saja. "Waktu itu sambil bercanda beliau bilang, saya enggak mau ambil, saya mau akuisisi," kata Jusuf menirukan perkataan Airlangga.

Jusuf sempat menolak, namun Airlangga tetap tidak mau. Akhirnya disepakati, biaya pembangunan Masjid tersebut diambil alih Airlangga, dan Jusuf Hamka akan membangun Masjid baru di tempat lain.

Jusuf yang masih ragu sempat mempertanyakan lagi pada Airlangga apakah dia yakin, karena arsitektur Masjid yang bergaya oriental bisa menjadi kontroversi, apalagi Airlangga adalah pejabat publik yang juga politikus.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top