Pelaku Pecah Kaca di Masjid Al-Mukhlisin Tangerang Disergap Ketika Kuras ATM Korban
Senin, 13 September 2021 - 10:42 WIB
loading...
Pelaku spesialis pecah kaca di wilayah Kabupaten Tangerang disergap polisi ketika menguras ATM korbannya. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
TANGERANG - Pelaku spesialis pecah kaca di wilayah Kabupaten Tangerang disergap polisi ketika menguras ATM korbannya. Pelaku berinisial H (45), warga Kampung Cibodas, Kelurahan Cibodas, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, pelaku melakukan aksinya di depan Masjid Al-Mukhlisin, Desa Bojong, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 13 Agustus 2021.
"Korbannya Agam Syahputra, warga Kampung Pabuaran, Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Tangerang. Saat kejadian, korban sedang melaksanakan salat Jumat," katanya, Senin (13/9/2021). (Baca juga; Mengaku Jadi Korban Pecah Kaca Ternyata Bohong, Seorang Pria Diamankan Polisi )
Dia menjelaskan, dalam peristiwa itu tas milik korban berisi uang tunai Rp8 juta, STNK, SIM, KTP, NPWP, serta beberapa kartu ATM dan buku tabungan raib. Tidak hanya itu, pelaku juga menguras saldo ATM korban.
"Saat dicek, saldo sudah berkurang sebesar Rp1.750.000. Berbekal adanya transaksi perbankan itu, polisi kemudian mendeteksi pelaku menarik tunai uang tersebut di ATM salah satu minimarket," jelasnya.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, pelaku melakukan aksinya di depan Masjid Al-Mukhlisin, Desa Bojong, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 13 Agustus 2021.
"Korbannya Agam Syahputra, warga Kampung Pabuaran, Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Tangerang. Saat kejadian, korban sedang melaksanakan salat Jumat," katanya, Senin (13/9/2021). (Baca juga; Mengaku Jadi Korban Pecah Kaca Ternyata Bohong, Seorang Pria Diamankan Polisi )
Dia menjelaskan, dalam peristiwa itu tas milik korban berisi uang tunai Rp8 juta, STNK, SIM, KTP, NPWP, serta beberapa kartu ATM dan buku tabungan raib. Tidak hanya itu, pelaku juga menguras saldo ATM korban.
"Saat dicek, saldo sudah berkurang sebesar Rp1.750.000. Berbekal adanya transaksi perbankan itu, polisi kemudian mendeteksi pelaku menarik tunai uang tersebut di ATM salah satu minimarket," jelasnya.
Lihat Juga :