PWNU Jakarta Gelar Donor Darah, Dihadiri Wagub DKI dan Gibran
Sabtu, 11 September 2021 - 22:22 WIB
loading...
A
A
A
Pada kesempatan ini, Ketua PWNU DKI Jakarta Doktor KH Samsul Ma'arif dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya telah menyelenggarakan kegiatan kemanusiaan yang sudah dimulai sejak dua bulan lalu. Baca juga: Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Gowa Gelar Donor Darah
"Penyelenggaraan vaksinasi hingga sampai saat ini sudah dua puluh titik dan akan terus berjalan. Kita bekerja sama dengan TNI-Polri dengan pemerintah DKI Jakarta. Semua sudah hadir mulai dari Panglima, Kapolri, Wakapolri, Pangdam, Gubernur, Wakil Gubernur, Walikota," kata Kiai Samsul.
Selanjutnya PWNU DKI juga telah memberikan bantuan kepada pasien isolasi mandiri di lima belas titik selama setiap hari dengan memberi bantuan makanan siap saji sebanyak 2400 makanan setiap harinya.
"NU uangnya di mana mana, semuanya dititipkan, tinggal bagaimana menggunakannya, butuh kecerdasan kita. Alhamdulillah kegiatan sosial keagamaan yg dilakukan NU selalu terlaksana dengan baik dengan didukung pemerintah," tuturnya.
Ia bercerita, dulu Mbah Hasyim pada 22 Oktober menggelorakan Semangat Resolusi Jihad. Orang orang yang berdomisili 94 KM dari Surabaya wajib melakukan jihad kepada penjajah.
"Penjajahnya kelihatan, dengan senjata, tombak, bedil dan sebagainya. Saat ini kita sedang berperang melawan penjajah yang tidak kelihatan. Perlu kita lawan dengan senjata yakni tahlil dan wirid," pesannya.
"Penyelenggaraan vaksinasi hingga sampai saat ini sudah dua puluh titik dan akan terus berjalan. Kita bekerja sama dengan TNI-Polri dengan pemerintah DKI Jakarta. Semua sudah hadir mulai dari Panglima, Kapolri, Wakapolri, Pangdam, Gubernur, Wakil Gubernur, Walikota," kata Kiai Samsul.
Selanjutnya PWNU DKI juga telah memberikan bantuan kepada pasien isolasi mandiri di lima belas titik selama setiap hari dengan memberi bantuan makanan siap saji sebanyak 2400 makanan setiap harinya.
"NU uangnya di mana mana, semuanya dititipkan, tinggal bagaimana menggunakannya, butuh kecerdasan kita. Alhamdulillah kegiatan sosial keagamaan yg dilakukan NU selalu terlaksana dengan baik dengan didukung pemerintah," tuturnya.
Ia bercerita, dulu Mbah Hasyim pada 22 Oktober menggelorakan Semangat Resolusi Jihad. Orang orang yang berdomisili 94 KM dari Surabaya wajib melakukan jihad kepada penjajah.
"Penjajahnya kelihatan, dengan senjata, tombak, bedil dan sebagainya. Saat ini kita sedang berperang melawan penjajah yang tidak kelihatan. Perlu kita lawan dengan senjata yakni tahlil dan wirid," pesannya.
Lihat Juga :