Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

6 Kecamatan di Bandung Barat Tak Dilayani Armada Angkutan Sampah

loading...
6 Kecamatan di Bandung Barat Tak Dilayani Armada Angkutan Sampah
Pelayanan angkutan dan pembuangan sampah di KBB belum mencakup semua kecamatan akibat keterbatasan armada truk angkutan dan cakupan wilayah pengangkutan yang cukup luas. Foto/MPI/Adi Haryanto
BANDUNG BARAT - Pelayanan angkutan sampah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum menjangkau semua wilayah. Hingga kini 6 kecamatan belum dilayani armada angkutan sampah.

Kepala UPT Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Bandung Barat (KBB), Nurjaman mengatakan, dari total 16 kecamatan di KBB yang baru terlayani pelayanan sampah baru 10 kecamatan. Baca juga:
50 Ton Sampah Dibersihkan dan Diangkut dari Kali Busa Tambun Bekasi


Sisanya masih dikelola masyarakat secara konvensional terutama di pelosok kampung. "Baru 10 kecamatan yang terlayani itupun tidak semua. Sedangkan yang belum seperti Kecamatan Cililin (baru pasarnya saja), Sindangkerta, Rongga, Cipongkor, Cipuendeuy, dan Cikalongwetan," sebutnya, Jumat (10/9/2021).

Menurutnya, belum terlayaninya pengangkutan sampah itu juga dikarenakan dari masyarakat di kecamatan tersebut belum ada permintaan. Sebab jika menghitung efektivitas jarak, waktu dan biaya maka akan tidak sebanding mengangkut sampah dari wilayah selatan KBB untuk dibuang ke TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat.



Mengacu ke Perbup Nomor 22 Tahun 2016 tentang Perubahan Tarif Retribusi Pelayanan Persampahan untuk sektor industri, hotel, restoran dan tempat wisata, dikenakan tarif sesuai meter kubik sampah yang dihasilkan.

Diantaranya seperti hotel berbintang Rp40.000/meter kubik, restoran Rp50.000/meter kubik. Untuk rumah tangga, terendah Rp6.000/KK/bulan dan tertinggi Rp10.000/KK/bulan. Baca juga: Saluran Irigasi Kali Busa Tertutup Hamparan Sampah, Bau Busuk Menyengat dari Jarak 500 Meter

"Jika mengacu SNI dari 1,7 juta jiwa penduduk KBB bisa menghasilkan sampah 650 ton/hari, namun saat ini yang terlayani baru 150 ton/hari. Kondisi itu pada akhirnya berpengaruh kepada PAD yang dihasilkan," sebutnya.

Selain kendala itu, pihaknya juga memiliki persoalan minimnya armada truk pengangkut sampah. Saat ini hanya ada 39 truk sampah dan lima truk warisan dari Kabupaten Bandung saat KBB dimekarkan tahun 2007 yang kondisinya sudah tidak layak.

Namun karena keterbatasan armada, truk-truk itu masih dipaksakan untuk beroperasi menarik sampah."Truk ini kan giliran, makanya kadang ada daerah yang pengangkutannya telat beberapa hari karena truknya dipakai ngangkut di daerah lain. Belum lagi keterbatasan sopir dan kernet, jadi memang harus diakui pelayanan sampah di KBB belum bisa optimal," pungkasnya.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top