DVI Tunggu Data Antemortem WNA Afrika Selatan dan Portugal Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Jum'at, 10 September 2021 - 19:06 WIB
loading...
DVI Tunggu Data Antemortem...
Konsultan Operasi DVI Kebakaran Lapas Tangerang, Kombes Pramujoko.Foto/SINDOnews/Okto Rizki Alpino
A A A
JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri masih menunggu data antemortem tiga anggota keluarga korban kebakaran Lapas Klas 1 Tangerang . Dua di antarnya merupakan data antermortem milik WNA Afrika Selatan dan Portugal yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Konsultan Operasi DVI Kebakaran Lapas Tangerang, Kombes Pramujoko mengatakan, data antemortem itu sangat diperlukan Tim DVI guna mempermudah proses identifikasi 41 jenazah korban kebakaran Lapas Klas 1 Tangerang.

"Update terakhir tinggal tiga orang, jadi tinggal dua WNA dan satu orang lagi. Dua WNA itu belum terkirim datanya (DNA antemortem)," ujar Pramujoko di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/9/2021).

Dikatakan Pramujoko, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Afrika Selatan dan Portugal untuk meminta data antemortem. Baca: DVI Polri Kantongi 44 Sampel DNA Korban Kebakaran Lapas Tangerang

"Kalau dari kedutaan mengirim sudah hasil (bentuk) DNA lebih bagus. Tapi kalau mengirim sampel darah saja kita kerjakan. Mau kirim sampel rambut kita kerjakan. Kita ekstrak di sini DNA-nya," ujarnya.

Pramujoko menuturkan, dari total 41 jenazah narapidana korban tewas kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang Tim DVI sudah mendapat 44 sampel DNA antemortem untuk data pembanding identifikasi.

"Satu korban bisa diambil sampel DNA dua orang, misalnya ayah dan ibunya. Kalau data DNA postmortem sudah diambil semua dari ke 41 jenazah. Dari awal sudah diambil semua," tuturnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hari Lansia Nasional,...
Hari Lansia Nasional, 560 Narapidana Terima Remisi
Penindakan Korupsi Lebih...
Penindakan Korupsi Lebih Mahal dari Pencegahan, Ketua KPK: Negara Tanggung Biaya Narapidana
Kemnaker Bakal Salurkan...
Kemnaker Bakal Salurkan Mantan Narapidana ke Pasar Kerja
Rekomendasi
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Infografis
Karma James Woods, antara...
Karma James Woods, antara Kebakaran LA dan Penghancuran Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved