Ini Proyek Strategis Nasional dan Daerah yang Dibiayai Program bjb Indah
Jum'at, 10 September 2021 - 18:09 WIB
loading...
bank bjb terlibat pada berbagai skema pembiayaan pembangunan infrastruktur nasional dan daerah melalui program bjb Indah.
A
A
A
BANDUNG - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) berkomitmen mendukung kebijakan pembangunan infrastruktur strategis nasional dan daerah melalui skema pembiayaan bjb Indah (Infrastruktur Daerah). Hingga kini, perseroan telah terlibat dalam berbagai skema pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Pembangunan infrastruktur merupakan tolak ukur perkembangan suatu bangsa. Tanpa ada pembangunan infrastruktur, Indonesia akan menjadi negara tertinggal. Kendati begitu, untuk membangun infrastruktur diperlukan dana yang tidak sedikit. Sementara pembangunan infrastruktur pun tidak bisa hanya mengandalkan dana APBN atau APBD karena jumlahnya yang terbatas.
Pemerintah sendiri menggenjot beberapa skema pendanaan agar bisa membiayai tingginya kebutuhan anggaran untuk infrastruktur. Salah satunya mendorong sektor perbankan ikut terlibat menjadi pemberi modal kerja berbagai proyek strategis nasional atau daerah.
bank bjb, sebagai bank BPD yang telah masuk jajaran bank terbesar nasional, juga menunjukkan komitmennya mendukung pembangunan infrastruktur nasional dan daerah. Program yang ditawarkan yaitu melalui pembiayaan bjb Indah. Program ini dibuat khusus untuk mendanai proyek infrastruktur serta pengadaan barang dan jasa.
Hingga kini, bjb Indah telah ikut serta membiayai berbagai proyek infrastruktur daerah dan nasional. Untuk segmen komersial, bank bjb terlibat memberi kredit modal kerja untuk proyek Jalan Lingkar Majalaya, proyek lanjutan Overpass Tegal Gede, proyek penataan Alun-alun Kejaksaan Kota Cirebon, proyek PLTM Cikaengan, pembangunan pasar rakyat Awipari Kota Tasikmalaya, proyek jaringan irigasi (lanjutan) Kabupaten Indramayu, pembangunan Jalan Lingkar Dramaga Seksi I (STA.0+950).
Pembangunan infrastruktur merupakan tolak ukur perkembangan suatu bangsa. Tanpa ada pembangunan infrastruktur, Indonesia akan menjadi negara tertinggal. Kendati begitu, untuk membangun infrastruktur diperlukan dana yang tidak sedikit. Sementara pembangunan infrastruktur pun tidak bisa hanya mengandalkan dana APBN atau APBD karena jumlahnya yang terbatas.
Pemerintah sendiri menggenjot beberapa skema pendanaan agar bisa membiayai tingginya kebutuhan anggaran untuk infrastruktur. Salah satunya mendorong sektor perbankan ikut terlibat menjadi pemberi modal kerja berbagai proyek strategis nasional atau daerah.
bank bjb, sebagai bank BPD yang telah masuk jajaran bank terbesar nasional, juga menunjukkan komitmennya mendukung pembangunan infrastruktur nasional dan daerah. Program yang ditawarkan yaitu melalui pembiayaan bjb Indah. Program ini dibuat khusus untuk mendanai proyek infrastruktur serta pengadaan barang dan jasa.
Hingga kini, bjb Indah telah ikut serta membiayai berbagai proyek infrastruktur daerah dan nasional. Untuk segmen komersial, bank bjb terlibat memberi kredit modal kerja untuk proyek Jalan Lingkar Majalaya, proyek lanjutan Overpass Tegal Gede, proyek penataan Alun-alun Kejaksaan Kota Cirebon, proyek PLTM Cikaengan, pembangunan pasar rakyat Awipari Kota Tasikmalaya, proyek jaringan irigasi (lanjutan) Kabupaten Indramayu, pembangunan Jalan Lingkar Dramaga Seksi I (STA.0+950).
Lihat Juga :