Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo
Kamis, 09 September 2021 - 20:31 WIB
loading...
Presiden RI Jokowi meresmikan Bendungan Paselloreng dan Bendung Gilireng di Desa Arajang, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Kamis (9/9). Foto: SINDOnews/Reza Pahlevi
A
A
A
WAJO - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Paselloreng dan Bendung Gilireng di Desa Arajang, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Kamis (9/9).
Bendungan Paselloreng memiliki kapasitas tampung 138 juta meter kubik dengan luas genangan 1.258 hektare. Sejak dibangun 2015 silam, bendungan itu menelan biaya Rp771 miliar. Bedungan itu sudah dilengkapi Bendung Gilereng untuk mendukung Sulsel sebagai lumbung pangan nasional.
Baca juga:Jokowi Tinjau Proses Vaksinasi Pelajar di SMA Negeri 3 Sengkang
"Kita tahu ketahanan pangan itu butuh suplai air dan air itu ada ketika kita memiliki sebanyak banyaknya bendungan, sehingga dapat menyiapkan suplai air secara kontinyu dan berkelanjutan," kata Jokowi , Kamis (9/9).
Bedungan Paselloreng diklaim mampu mengairi areal persawahan seluas 8.500 hektare dan menjadi sumber air baku masyarakat di 6 kecamatan di Kabupaten Wajo, dengan kecapatan 145 liter perdetiknya.
Bendungan ini juga berfungsi sebagai konservasi air, pengendali banjir Sungai Gilireng sebesar 65% atau sebesar 489 meter per detik.
Baca juga:Plt Gubernur Sulsel Sambut Kedatangan Presiden untuk Kunker di Wajo
Bendungan Paselloreng memiliki kapasitas tampung 138 juta meter kubik dengan luas genangan 1.258 hektare. Sejak dibangun 2015 silam, bendungan itu menelan biaya Rp771 miliar. Bedungan itu sudah dilengkapi Bendung Gilereng untuk mendukung Sulsel sebagai lumbung pangan nasional.
Baca juga:Jokowi Tinjau Proses Vaksinasi Pelajar di SMA Negeri 3 Sengkang
"Kita tahu ketahanan pangan itu butuh suplai air dan air itu ada ketika kita memiliki sebanyak banyaknya bendungan, sehingga dapat menyiapkan suplai air secara kontinyu dan berkelanjutan," kata Jokowi , Kamis (9/9).
Bedungan Paselloreng diklaim mampu mengairi areal persawahan seluas 8.500 hektare dan menjadi sumber air baku masyarakat di 6 kecamatan di Kabupaten Wajo, dengan kecapatan 145 liter perdetiknya.
Bendungan ini juga berfungsi sebagai konservasi air, pengendali banjir Sungai Gilireng sebesar 65% atau sebesar 489 meter per detik.
Baca juga:Plt Gubernur Sulsel Sambut Kedatangan Presiden untuk Kunker di Wajo
Lihat Juga :