Kebakaran Lapas Tangerang yang Tewaskan 41 Napi, Hanguskan 9 Kamar di Blok C
Rabu, 08 September 2021 - 12:00 WIB
loading...
9 Kamar di Blok C Lapas Tangerang hangus terbakar. Akibat kebakaran ini, 41 napi meninggal dunia. Foto: Ist
A
A
A
TANGERANG - Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Reinhard Silitonga mengatakan, ada 9 kamar narapidana yang ludes terbakar di Lapas Tangerang , dan dihuni 122 narapidana.
Seluruh kamar itu, berada di Blok C2 Lapas Tangerang. Idealnya, dari 9 kamar itu hanya diisi oleh sekitar 40 narapidana. Diduga karena over kapasitas, akhirnya membuat jumlah korban tewas hingga mencapai 41 orang. Baca juga: Mereka yang Pernah Ditahan di Lapas Kelas I Tangerang
"Ya, jadi lapas ini seluruhnya ada 7 blok. Di mana per blok itu ada 9 kamar. Nah yang terbakar ini adalah Blok C2, di mana di situ ada aula dan 9 kamar," kata Reinhard di Lapas Tangerang, Rabu (8/9/2021).
Dilanjutkan dia, seluruh penghuni Blok C 2 di Lapas Tangerang, sebanyak 122 orang narapidana menjadi korban dalam kebakaran itu. Sedang blok lain, jauh dari lokasi.
"Ada 122 WBP di Blok C2 yang terdampak dari insiden kebakaran. Kalau blok lain jauh, karena masing-masing blok itu jauh. Jadi di blok ini lah terjadi, diduga awalnya karena hubungan arus pendek listrik," ungkapnya.
Seluruh kamar itu, berada di Blok C2 Lapas Tangerang. Idealnya, dari 9 kamar itu hanya diisi oleh sekitar 40 narapidana. Diduga karena over kapasitas, akhirnya membuat jumlah korban tewas hingga mencapai 41 orang. Baca juga: Mereka yang Pernah Ditahan di Lapas Kelas I Tangerang
"Ya, jadi lapas ini seluruhnya ada 7 blok. Di mana per blok itu ada 9 kamar. Nah yang terbakar ini adalah Blok C2, di mana di situ ada aula dan 9 kamar," kata Reinhard di Lapas Tangerang, Rabu (8/9/2021).
Dilanjutkan dia, seluruh penghuni Blok C 2 di Lapas Tangerang, sebanyak 122 orang narapidana menjadi korban dalam kebakaran itu. Sedang blok lain, jauh dari lokasi.
"Ada 122 WBP di Blok C2 yang terdampak dari insiden kebakaran. Kalau blok lain jauh, karena masing-masing blok itu jauh. Jadi di blok ini lah terjadi, diduga awalnya karena hubungan arus pendek listrik," ungkapnya.
Lihat Juga :