Kembali ke Ajaran Nilai Bangsa, IKASBA Kalsel: Benteng Masuknya Ideologi Transnasional
Jum'at, 03 September 2021 - 19:51 WIB
loading...
A
A
A
"Selain itu, masyarakat masih belum cermat dalam mengikuti perkembangan global dibandingkan dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki sehingga mudah tertipu oleh perkembangan yang terlihat nyata di hadapan," ujarnya.
Lebih lanjut dia berpendapat bahwasanya masyarakat juga kurang jeli dalam mengontrol azas manfaat yang lebih mengutamakan kepentingan utama dari pada kepentingan umum yang belum jelas peruntukannya. Didit menilai segenap pemerintah dan komponen masyarakat harus memiliki upaya kongkrit untuk mencegah masuknya paham atau ideologi transnasional ini.
"Pemerintah dengan seluruh komponen masyarakat baik itu tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda untuk duduk satu meja untuk sama-sama memikirkan bagaimana agar kearifan lokal ini kembali bisa kita gali dan kembali kita inventarisir lagi," ujar pria yang jugaKetua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalsel ini.
Didit juga memandang perlunya penanaman kearifan lokal melalui lingkungan pendidikan. Sehingga generasi penerus bangsa ini dibekali akhlak hidup berbangsa dan bernegara serta dapat belajar saling melengkapi. Selain itu saling menyempurnakan, tenggang rasa, dan peduli kepada sesama anak bangsa, hindari kepentingan kelompok dan komunitas atau kepentingan segelintir.
"Jadi membumikan Pancasila bagi anak bangsa kedalam semua lapisan baik pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh adat mutlak diperlukan. Yang formal dalam kurikulum sekolah baik intra kulikuller maupun ekstra kulikuler demi memperkuat kearifan lokal," ujarnya.
Lebih lanjut dia berpendapat bahwasanya masyarakat juga kurang jeli dalam mengontrol azas manfaat yang lebih mengutamakan kepentingan utama dari pada kepentingan umum yang belum jelas peruntukannya. Didit menilai segenap pemerintah dan komponen masyarakat harus memiliki upaya kongkrit untuk mencegah masuknya paham atau ideologi transnasional ini.
"Pemerintah dengan seluruh komponen masyarakat baik itu tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda untuk duduk satu meja untuk sama-sama memikirkan bagaimana agar kearifan lokal ini kembali bisa kita gali dan kembali kita inventarisir lagi," ujar pria yang jugaKetua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalsel ini.
Didit juga memandang perlunya penanaman kearifan lokal melalui lingkungan pendidikan. Sehingga generasi penerus bangsa ini dibekali akhlak hidup berbangsa dan bernegara serta dapat belajar saling melengkapi. Selain itu saling menyempurnakan, tenggang rasa, dan peduli kepada sesama anak bangsa, hindari kepentingan kelompok dan komunitas atau kepentingan segelintir.
"Jadi membumikan Pancasila bagi anak bangsa kedalam semua lapisan baik pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh adat mutlak diperlukan. Yang formal dalam kurikulum sekolah baik intra kulikuller maupun ekstra kulikuler demi memperkuat kearifan lokal," ujarnya.
Lihat Juga :