Kembali ke Ajaran Nilai Bangsa, IKASBA Kalsel: Benteng Masuknya Ideologi Transnasional
Jum'at, 03 September 2021 - 19:51 WIB
loading...
IKASBA Kalsel menyatakan kembali ke induk ajaran nilai bangsa jadi benteng masuknya ideologi transansional. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A
A
A
BANJARMASIN - Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa Kalimantan Selatan (IKASBA Kalsel) menyatakan kembali ke induk ajaran nilai-nilai bangsa merupakan benteng masuknya ideologi transansional.
Di era yang serba digital seperti sekarang ini, IKASBA Kalsel menyatakan kewaspadaan terhadap banyaknya aktifitas digital yang mulai disusupi pesan radikal dan intoleran harus ditingkatkan. Terlebih jika terjadi kejadian besar yang cukup banyak menarik perhatian publik tanah air.
Kelompok radikal dan intoleran biasanya langsung muncul ke publik, menebar propaganda dan menyusupkan ideologi transnasional untuk menarik simpatisan. Masyarakat dituntut untuk dapat jeli dan cerdas menanggapi masuknya ideologi-ideologi impor yang dibawa oleh oknum tidak bertanggung jawab yang kerap ingin memecah belah bangsa.
"Karena kearifan lokal ini sebenarnya adalah benteng yang luar biasa bagi masuknya budaya-budaya luar. Tetapi dapat kita lihat sendiri kondisi saat ini sudah jauh sekali dari nilai dan ajaran tokoh-tokoh yang dahulu menjadi panutan kita," kata Ketua IKASBA Kalsel, Aliansyah Mahadi di Banjarmasin, Kamis (2/9/2021).
Aliansyah Mahadi yang akrab disapa Didit mengungkapkan, banyak faktor yang dapat mempengaruhi masyarakat sehingga mudah terpengaruh dengan budaya maupun ideologi luar sehingga mereka cenderung meninggalkan kearifan lokal misalnya perkembangan teknologi yang dinilai menjadi pemicu para generasi muda sudah tidak berarti.
Di era yang serba digital seperti sekarang ini, IKASBA Kalsel menyatakan kewaspadaan terhadap banyaknya aktifitas digital yang mulai disusupi pesan radikal dan intoleran harus ditingkatkan. Terlebih jika terjadi kejadian besar yang cukup banyak menarik perhatian publik tanah air.
Kelompok radikal dan intoleran biasanya langsung muncul ke publik, menebar propaganda dan menyusupkan ideologi transnasional untuk menarik simpatisan. Masyarakat dituntut untuk dapat jeli dan cerdas menanggapi masuknya ideologi-ideologi impor yang dibawa oleh oknum tidak bertanggung jawab yang kerap ingin memecah belah bangsa.
"Karena kearifan lokal ini sebenarnya adalah benteng yang luar biasa bagi masuknya budaya-budaya luar. Tetapi dapat kita lihat sendiri kondisi saat ini sudah jauh sekali dari nilai dan ajaran tokoh-tokoh yang dahulu menjadi panutan kita," kata Ketua IKASBA Kalsel, Aliansyah Mahadi di Banjarmasin, Kamis (2/9/2021).
Aliansyah Mahadi yang akrab disapa Didit mengungkapkan, banyak faktor yang dapat mempengaruhi masyarakat sehingga mudah terpengaruh dengan budaya maupun ideologi luar sehingga mereka cenderung meninggalkan kearifan lokal misalnya perkembangan teknologi yang dinilai menjadi pemicu para generasi muda sudah tidak berarti.
Lihat Juga :