Terancam Abrasi, Petambak di Kutai Kartanegara Tanami Lahan Gundul dengan Mangrove
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 20:15 WIB
loading...
Sejumlah petambak di Muara Badak Ulu, Muara Badak, Kutai Karta Negara, Kaltim menanami lahan gundul di pesisir pantai dengan mangrove untuk mencegah abrasi. Foto/Ist
A
A
A
KUTAI KARTANEGARA - Petambak di Muara Badak Ulu, Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) menanami lahan gundul di pesisir pantai dengan mangrove atau bakau untuk mencegah abrasi . Para petambak yang tergabung dalam Borneo Mangrove Lestari mendapat program penanaman mangrove dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).
Ketua Kelompok Borneo Mangrove Lestari, Ilham menjelaskan, area tanam mangrove tersebut seluruhnya berada di Desa Muara Badak Ulu. Saat ini proses tanam sudah menyelesaikan sekitar 101,7 hektare. "Proses penanaman sudah dilakukan di dua sektor, sektor 1 seluas 64,5 hektare dan sektor 2 seluas 37,2 hektare," kata Ilham, Jumat (12/8/2021).
Ilham mengatakan proses penanaman propagul mangrove berjenis Rhizophora itu masih menyisakan satu sektor lagi dengan total luasan lahan 60,3 hektare. "Bibit sudah sampai lokasi, sebagian sudah menanam. Sebagian masih belum karena ada siklus pasang," katanya.
Baca juga: Makam Ulama Kharismatik Dihantam Abrasi, Pemkab Kotawaringin Timur Tunggu Putusan Zuriat
Proses penanaman mangrove itu dikerjakan 55 orang dari kelompoknya dan 1 pengawas dari BPDASHL Mahakam Berau. Selain proses penanaman, Kelompok Borneo Mangrove juga telah menyemai bibit mangrove sejak Juni 2021 lalu. Proses pembibitan itu tinggal menunggu pertumbuhan agar siap ditanam.
Ketua Kelompok Borneo Mangrove Lestari, Ilham menjelaskan, area tanam mangrove tersebut seluruhnya berada di Desa Muara Badak Ulu. Saat ini proses tanam sudah menyelesaikan sekitar 101,7 hektare. "Proses penanaman sudah dilakukan di dua sektor, sektor 1 seluas 64,5 hektare dan sektor 2 seluas 37,2 hektare," kata Ilham, Jumat (12/8/2021).
Ilham mengatakan proses penanaman propagul mangrove berjenis Rhizophora itu masih menyisakan satu sektor lagi dengan total luasan lahan 60,3 hektare. "Bibit sudah sampai lokasi, sebagian sudah menanam. Sebagian masih belum karena ada siklus pasang," katanya.
Baca juga: Makam Ulama Kharismatik Dihantam Abrasi, Pemkab Kotawaringin Timur Tunggu Putusan Zuriat
Proses penanaman mangrove itu dikerjakan 55 orang dari kelompoknya dan 1 pengawas dari BPDASHL Mahakam Berau. Selain proses penanaman, Kelompok Borneo Mangrove juga telah menyemai bibit mangrove sejak Juni 2021 lalu. Proses pembibitan itu tinggal menunggu pertumbuhan agar siap ditanam.
Lihat Juga :