Cerita Penjaga Makam di Kendal yang Tak Mendapat Bantuan Pemerintah
Sabtu, 30 Mei 2020 - 09:00 WIB
loading...
Ahmadi sedang membersihkan TPU di Kelurahan Candiroto, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, Jumat (29/5/2020). FOTO/iNews/EDDIE PRAYITNO.
A
A
A
KENDAL - Bantuan sosial yang disalurkan pemerintah belum sepenuhnya tepat sasaran. Sebagian warga tidak mampu hingga saat ini mengaku belum mendapatkan bantuan jaring pengaman sosial di tengah pandemi COVID-19 .
Salah satunya, Ahmadi, warga Desa Candiroto, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal . Menurutnya, juru kunci makam ini sudah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial tapi hingga kini belum ada satu pun yang ia terima.
Sudah empat tahun Ahmadi menjadi juru kunci di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Candiroto. Setiap Jumat pagi, dia datang untuk bersih-bersih makam. Untuk pekerjaan itu, Ahmadi mendapatkan honor Rp1.200.000 yang diterima menjelang Hari Raya Idul Fitri. (Baca juga: Puluhan Rumah di Bandengan Kendal Terendam Banjir Rob )
Ahmadi bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Istrinya, Kamisah tidak bisa membantu mencari nafkah karena sakit-sakitan. Sementara empat anaknya sudah berkeluarga dan hidup di tempat tinggalnya masing-masing. Ahmadi dan Kamisah juga kerap mendapatkan bantuan dari anak-anaknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari jika tidak ada pekerjaan.
Meski hidup pas-pasan, tapi Ahmadi belum pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. "Saya berharap pemerintah memberikan bantuan untuk meringankan kebutuhan hidup sehari-hari," katanya, Jumat (29/5/2020).
Salah satunya, Ahmadi, warga Desa Candiroto, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal . Menurutnya, juru kunci makam ini sudah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial tapi hingga kini belum ada satu pun yang ia terima.
Sudah empat tahun Ahmadi menjadi juru kunci di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Candiroto. Setiap Jumat pagi, dia datang untuk bersih-bersih makam. Untuk pekerjaan itu, Ahmadi mendapatkan honor Rp1.200.000 yang diterima menjelang Hari Raya Idul Fitri. (Baca juga: Puluhan Rumah di Bandengan Kendal Terendam Banjir Rob )
Ahmadi bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Istrinya, Kamisah tidak bisa membantu mencari nafkah karena sakit-sakitan. Sementara empat anaknya sudah berkeluarga dan hidup di tempat tinggalnya masing-masing. Ahmadi dan Kamisah juga kerap mendapatkan bantuan dari anak-anaknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari jika tidak ada pekerjaan.
Meski hidup pas-pasan, tapi Ahmadi belum pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. "Saya berharap pemerintah memberikan bantuan untuk meringankan kebutuhan hidup sehari-hari," katanya, Jumat (29/5/2020).
Lihat Juga :