Jejak Makam-makam Keramat Peninggalan Kerajaan Majapahit dan Singasari di Surabaya
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Dalam berbagai ungkapan, diceritakan, patung Joko Dolog ini bukan peninggalan Kerajaan Majapahit, tetapi berasal dari Kerajaan Singasari.
Di tengah Kota Surabaya banyak komplek makam yang masih terawat hingga sekarang. Di antaranya makam Mbah Bungkul di Jalan Raya Darmo dan makam Sunan Ampel di komplek Masjid Ampel. Selain itu, makam Raden Kudo Kardono alias Pangeran Yudho Kardhono, makam Pangiran Lanang Dangiran alias Mbah Brondong, makam Oei Sam Hong alias Mbah Buyut Sambongan, makam Pangeran Pekik alias Mbah Pendem, makam Sawunggaling, makam Pangeran Sedho Masjid dan beberapa makam keramat lainnya yang terdapat di kampung-kampung di kota Surabaya.
Makam Pangeran Yudho Kardhono terletak di Jalan Cempaka Surabaya. Sang pangeran adalah komandan perang kepercayaan raja Majapahit ke dua setelah Raden Wijaya, yakni, Raja Jayanegara yang memerintah tahun 1309-1328. Nama asli Pangeran Yudho Kardhono adalah Raden Kudo Kardono.
Baca juga: Masjid Tertua di Bumi Majapahit, Tempat Para Kiai Menyusun Strategi Melawan Penjajah
Lalu makam Pangiran Lanang Dangiran atau Ki Ageng Lanang Dangiran yang juga disebut Mbah Brondong. Makam ini terletak di komplek pemakaman atau pesarean Botoputih Jalan Pegirian, Surabaya. Mbah Brondong ini dalam riwayatnya disebut mast keturunan Sunan Tawangalun alias Pangeran Kedawung dani Kerajaan Blambangan.
Di tengah Kota Surabaya banyak komplek makam yang masih terawat hingga sekarang. Di antaranya makam Mbah Bungkul di Jalan Raya Darmo dan makam Sunan Ampel di komplek Masjid Ampel. Selain itu, makam Raden Kudo Kardono alias Pangeran Yudho Kardhono, makam Pangiran Lanang Dangiran alias Mbah Brondong, makam Oei Sam Hong alias Mbah Buyut Sambongan, makam Pangeran Pekik alias Mbah Pendem, makam Sawunggaling, makam Pangeran Sedho Masjid dan beberapa makam keramat lainnya yang terdapat di kampung-kampung di kota Surabaya.
Makam Pangeran Yudho Kardhono terletak di Jalan Cempaka Surabaya. Sang pangeran adalah komandan perang kepercayaan raja Majapahit ke dua setelah Raden Wijaya, yakni, Raja Jayanegara yang memerintah tahun 1309-1328. Nama asli Pangeran Yudho Kardhono adalah Raden Kudo Kardono.
Baca juga: Masjid Tertua di Bumi Majapahit, Tempat Para Kiai Menyusun Strategi Melawan Penjajah
Lalu makam Pangiran Lanang Dangiran atau Ki Ageng Lanang Dangiran yang juga disebut Mbah Brondong. Makam ini terletak di komplek pemakaman atau pesarean Botoputih Jalan Pegirian, Surabaya. Mbah Brondong ini dalam riwayatnya disebut mast keturunan Sunan Tawangalun alias Pangeran Kedawung dani Kerajaan Blambangan.
Lihat Juga :