Cerita Mahasiswa Tertua ITB Rudy Setyopurnomo, Ambil Kuliah Doktoral ITB di Usia 69 Tahun
Kamis, 26 Agustus 2021 - 03:05 WIB
loading...
Mahasiswa Tertua ITB Rudy Setyopurnomo, Ambil Kuliah Doktoral ITB di Usia 69 Tahun. Foto: Istimewa
A
A
A
BANDUNG - Bagi Rudy Setyopurnomo , usia bukan halangan menggapai pendidikan. Buktinya, di usianya yang sudah 69 tahun, Rudy tetap ingin menempuh pendidikan pada program doktoral ITB yang mesti ditempuh 4 tahun. Rudy Setyopurnomo memutuskan mengambil Program Doktor pada Program Studi Sains Manajemen, SBM ITB .
Dia meyakini bila melanjutkan pendidikan doktor, ilmu terapan manajemen yang dia miliki bisa menjadi ilmiah dan mampu dipraktikkan untuk semua orang. Untuk itu, topik riset yang ia ajukan sebagai proposal ialah “Essentials of Strategy Execution System to Manage Business Risks and Operation Profitability: Operation Management by EBITDA Daily Control to minimize operational risks and maximize operation profitability’.”
Baca juga: Dualisme Kekuasaan di Keraton Kasepuhan Cirebon Berujung Bentrok, Saling Serang Pakai Batu
"Intinya bukan untuk mencari titel semata, tetapi bagaimana membuat ilmu lapangan menjadi scientific, supaya dipakai banyak orang dan bermanfaat," ujarnya, sebagaimana dilansir laman resmi ITB.
Menurut dia, dipilihnya ITB sebagai tempat melanjutkan studi karena ITB adalah salah satu kampus terbaik di Indonesia, terutama untuk bidang sains manajemen. “Saya senang ilmu dan saya senang menyekolahkan anak muda. Karena saya percaya ilmu sangat bermanfaat untuk membimbing bangsa," ujar Rudy.
Pria yang sudah malang melintang di berbagai perusahaan itu memilih ITB untuk melanjutkan S3 karena ingin membuat ilmiahpengalaman-pengalamannya dalam mengelola perusahaan. “Pengalaman saya cukup banyak termasuk membuat perusahaan yang bangkrut menjadi hidup kembali dan kuat, namanya metode turn around perusahaan. Metode yang dipakai yaitu EBITDA atau earning before interest, taxes, depreciation, and amortization,” bebernya.
Baca juga: Waspadalah! Oknum Ngaku Petugas Leasing Bandung Barat Incar Pemotor di Tempat Sepi
Dia meyakini bila melanjutkan pendidikan doktor, ilmu terapan manajemen yang dia miliki bisa menjadi ilmiah dan mampu dipraktikkan untuk semua orang. Untuk itu, topik riset yang ia ajukan sebagai proposal ialah “Essentials of Strategy Execution System to Manage Business Risks and Operation Profitability: Operation Management by EBITDA Daily Control to minimize operational risks and maximize operation profitability’.”
Baca juga: Dualisme Kekuasaan di Keraton Kasepuhan Cirebon Berujung Bentrok, Saling Serang Pakai Batu
"Intinya bukan untuk mencari titel semata, tetapi bagaimana membuat ilmu lapangan menjadi scientific, supaya dipakai banyak orang dan bermanfaat," ujarnya, sebagaimana dilansir laman resmi ITB.
Menurut dia, dipilihnya ITB sebagai tempat melanjutkan studi karena ITB adalah salah satu kampus terbaik di Indonesia, terutama untuk bidang sains manajemen. “Saya senang ilmu dan saya senang menyekolahkan anak muda. Karena saya percaya ilmu sangat bermanfaat untuk membimbing bangsa," ujar Rudy.
Pria yang sudah malang melintang di berbagai perusahaan itu memilih ITB untuk melanjutkan S3 karena ingin membuat ilmiahpengalaman-pengalamannya dalam mengelola perusahaan. “Pengalaman saya cukup banyak termasuk membuat perusahaan yang bangkrut menjadi hidup kembali dan kuat, namanya metode turn around perusahaan. Metode yang dipakai yaitu EBITDA atau earning before interest, taxes, depreciation, and amortization,” bebernya.
Baca juga: Waspadalah! Oknum Ngaku Petugas Leasing Bandung Barat Incar Pemotor di Tempat Sepi
Lihat Juga :