Kisah Masjid Selawe dan Silsilah Lahirnya Pendiri NU KH Hasyim Asyari
Sabtu, 30 Mei 2020 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Setelah kedua kiyai ini wafat, pesantren di barat sungai dikembangkan lagi oleh putra Kiyai Said, yaitu KH Hasbulloh. Sedangkan pesantren di timur sungai tidak ada yang melanjutkan karena Kiyai Usman tidak memiliki anak laki-laki.
Untuk menyelamatkan pendidikan para santrinya, Kiyai Asyari, menantu Kiyai Usman, kemudian memboyong para santri di timur sungai ke Desa Keras, Kecamatan Diwek Jombang yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Tebuireng.
Dari Kiyai Asyari itulah, kemudian lahir putranya yang menjadi ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yaitu KH Hasyim Asyari.
Sedangkan Pondok Pesantren Tambakberas juga terus berkembang pesat dan menjadi pondok pesantren terbesar dan tertua di Kabupaten Jombang hingga sekarang.
![Kisah Masjid Selawe dan Silsilah Lahirnya Pendiri NU KH Hasyim Asyari]()
Meski demikian, keberadaan Masjid Selawe yang menjadi cikal bakalnya, hingga kini tidak dipugar dan tetap dipertahankan keasliannya. Hal ini sebagai bukti sejarah warisan leluhur penyebar agama Islam di Kabupaten Jombang.
Untuk menyelamatkan pendidikan para santrinya, Kiyai Asyari, menantu Kiyai Usman, kemudian memboyong para santri di timur sungai ke Desa Keras, Kecamatan Diwek Jombang yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Tebuireng.
Dari Kiyai Asyari itulah, kemudian lahir putranya yang menjadi ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yaitu KH Hasyim Asyari.
Sedangkan Pondok Pesantren Tambakberas juga terus berkembang pesat dan menjadi pondok pesantren terbesar dan tertua di Kabupaten Jombang hingga sekarang.

Meski demikian, keberadaan Masjid Selawe yang menjadi cikal bakalnya, hingga kini tidak dipugar dan tetap dipertahankan keasliannya. Hal ini sebagai bukti sejarah warisan leluhur penyebar agama Islam di Kabupaten Jombang.
(nth)