Dapat Program RJIT Kementan, Produktivitas Petani Jombang dan Gresik Meningkat Tajam
Minggu, 22 Agustus 2021 - 10:31 WIB
loading...
Dapat program RJIT dari kementan, produktivitas petani Jombang dan Gresik meningkat.Foto/ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Kementerian Pertanian ( Kementan ) terus memperbaiki irigasi pertanian melalui program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT). Kali ini program tersebut disalurkan untuk Kelompok Tani (Poktan) di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.
Kepala Desa Kedawong, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Anton Kaharuddin, mengatakan program RJIT Kementan sangat dirasakan warganya, khususnya petani. Bahkan, Anton menyebut pembangunan yang menjadi bagian RJIT itu, mampu meningkatkan produktivitas dan memperluas area tanam.
"Saat ini luas lahan irigasi di desa kami mencapai 63 hektare. Sehingga saat persediaan air tidak mencukupi, adanya irigasi ini bisa membantu mengairi lahan pertanian. Sehingga tanaman bisa tumbuh normal dan baik, apalagi saat musim kemarau,” kata Anton, Minggu (22/8/2021).
Baca juga: Perkuat Permodalan BUMDesa, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp20,1 Miliar
Menurut Anton, program RJIT juga berdampak positif terhadap masa tanam dua sampai tiga kali, dari sebelumnya hanya satu satu kali. Sehingga pada masa jeda, petani bisa menanam tanaman lain, seperti palawija.
Kepala Desa Kedawong, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Anton Kaharuddin, mengatakan program RJIT Kementan sangat dirasakan warganya, khususnya petani. Bahkan, Anton menyebut pembangunan yang menjadi bagian RJIT itu, mampu meningkatkan produktivitas dan memperluas area tanam.
"Saat ini luas lahan irigasi di desa kami mencapai 63 hektare. Sehingga saat persediaan air tidak mencukupi, adanya irigasi ini bisa membantu mengairi lahan pertanian. Sehingga tanaman bisa tumbuh normal dan baik, apalagi saat musim kemarau,” kata Anton, Minggu (22/8/2021).
Baca juga: Perkuat Permodalan BUMDesa, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp20,1 Miliar
Menurut Anton, program RJIT juga berdampak positif terhadap masa tanam dua sampai tiga kali, dari sebelumnya hanya satu satu kali. Sehingga pada masa jeda, petani bisa menanam tanaman lain, seperti palawija.
Lihat Juga :