Jadi Calo Tiket, Oknum Polisi Berpangkat Aipda Diturunkan Pangkat dan Disel Tahanan
loading...
A
A
A
SITUBONDO - Salah satu oknum anggota Polres Situbondo berpangkat Aipda diberi sanksi penurunan pangkat dan kurungan tahanan. Pasalnya polisi berpangkat Aipda itu terbukti menjadi calo tiket kapal feri di Pelabuhan Jangkar saat mudik Idul Fitri lalu.
Aksi sang oknum Polisi pun terekam video amatir yang kemudian diupload dan viral di medsos saat mudik lebaran Idul Fitri lalu di Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo.
Terlihat jelas oknum anggota Polres Situbondo ini menjadi calo tiket kapal feri. Sasaran percaloan ini adalah kendaraan angkutan barang karena demi bisa menyeberang angkutan barang ini harus antre hingga berhari - hari. Dalam video tersebut seorang yang berjaket Polisi menggalang para sopir untuk membeli tiket tanpa antre ke loket.
Setelah hasil penyelidikan selama empat bulan lamanya aksi yang dilakukannya sang Oknum Polisi dinyatakan terbukti bersalah.
Kapolres Situbondo AKBP Imam Rifai langsung memberikan sejumlah sanksi berupa penurunan pangkat hingga hukuman kurunan provost selama tujuh hari.
"Kasus ini diharapkan menjadi yang terakhir kalinya. Sebab pihak penegak hukum ini akan tetap menindak sesuai ketentuan yang berlaku. Sebab dimata hukum semua orang memiliki kedudukan yang sama," kata AKBP Imam Rifai.
Aksi sang oknum Polisi pun terekam video amatir yang kemudian diupload dan viral di medsos saat mudik lebaran Idul Fitri lalu di Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo.
Terlihat jelas oknum anggota Polres Situbondo ini menjadi calo tiket kapal feri. Sasaran percaloan ini adalah kendaraan angkutan barang karena demi bisa menyeberang angkutan barang ini harus antre hingga berhari - hari. Dalam video tersebut seorang yang berjaket Polisi menggalang para sopir untuk membeli tiket tanpa antre ke loket.
Setelah hasil penyelidikan selama empat bulan lamanya aksi yang dilakukannya sang Oknum Polisi dinyatakan terbukti bersalah.
Kapolres Situbondo AKBP Imam Rifai langsung memberikan sejumlah sanksi berupa penurunan pangkat hingga hukuman kurunan provost selama tujuh hari.
"Kasus ini diharapkan menjadi yang terakhir kalinya. Sebab pihak penegak hukum ini akan tetap menindak sesuai ketentuan yang berlaku. Sebab dimata hukum semua orang memiliki kedudukan yang sama," kata AKBP Imam Rifai.
(sms)