Selama Pandemi, Transaksi E-Commerce di Jawa Timur Alami Peningkatan
Rabu, 18 Agustus 2021 - 16:30 WIB
loading...
Transaksi e-commerce di Jawa Timur selama pandemi cenderung naik.Foto/ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jawa Timur (Jatim) terus mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk mengoptimalkan peran digitalisasi dalam bertransaksi. Terutama disaat pandemi COVID-19.
Berdasarkan data Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Jatim, pada kuartal I 2021, nominal transaksi e-commerce mencapai Rp10,49 triliun, meningkat dibandingkan kuartal I 2020 yakni Rp10,14 triliun. Berdasarkan metode pembayaran, sebanyak 37,38 persen menggunakan transfer bank, 10,80 persen menggunakan kredit tanpa kartu.
Sedangkan produk yang diminati masyarakat Jatim didominasi oleh produk handphone dan aksesoris sebesar 23,10 persen, disusul produk fesyen 17,77 persen, dan personal care dan kosmetik 14,30 persen.
baca juga: Tabung Oksigen Palsu dari Modifikasi Alat Pemadam Kebakaran Dijual Rp4 Juta
Deputi Kepala Bank Indonesia Jatim Imam Subarkah mengatakan, pihaknya telah menggelar berbagai program untuk mendorong tercapainya target pemerintah, yakni 30 juta UMKM go digital pada 2023. “Kita harus melangkah untuk meningkatkan promosi produk. Tentunya dalam memperlancar transaksi melalui penggunaan uang non tunai," katanya, Rabu (18/8/2021).
Berdasarkan data Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Jatim, pada kuartal I 2021, nominal transaksi e-commerce mencapai Rp10,49 triliun, meningkat dibandingkan kuartal I 2020 yakni Rp10,14 triliun. Berdasarkan metode pembayaran, sebanyak 37,38 persen menggunakan transfer bank, 10,80 persen menggunakan kredit tanpa kartu.
Sedangkan produk yang diminati masyarakat Jatim didominasi oleh produk handphone dan aksesoris sebesar 23,10 persen, disusul produk fesyen 17,77 persen, dan personal care dan kosmetik 14,30 persen.
baca juga: Tabung Oksigen Palsu dari Modifikasi Alat Pemadam Kebakaran Dijual Rp4 Juta
Deputi Kepala Bank Indonesia Jatim Imam Subarkah mengatakan, pihaknya telah menggelar berbagai program untuk mendorong tercapainya target pemerintah, yakni 30 juta UMKM go digital pada 2023. “Kita harus melangkah untuk meningkatkan promosi produk. Tentunya dalam memperlancar transaksi melalui penggunaan uang non tunai," katanya, Rabu (18/8/2021).
Lihat Juga :