Dinas PUPR Luwu Gelar Rapat Monitoring dan Evaluasi Kegiatan

Selasa, 17 Agustus 2021 - 22:08 WIB
loading...
Dinas PUPR Luwu Gelar...
Dinas PUPR Kabupaten Luwu rutin melaksanakan rapat monitoring dan evaluasi internal PUPR. Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A A A
LUWU - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Luwu rutin melaksanakan rapat monitoring dan evaluasi (monev) internal PUPR.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan dan kemajuan progres pekerjaan di lapangan. Seperti yang dilaksanakan baru-baru ini, dipimpin langsung Kepala Dinas PUPR, Ir Ikhsan Asaad, dihadiri seluruh kepala bidang dan PPK kegiatan.

Baca juga:Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Luwu Dilaksanakan Terbatas

Ikhsan Asaad di hadapan peserta rapat mengungkapkan, memasuki bulan ke delapan tahun anggaran berjalan, sudah seharusnya dilakukan evaluasi pekerjaan.

"Rapat monev ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi kegiatan yang sudah selesai dan yang mengalami keterlambatan," ungkap Ikhsan.

Karena itu, dirinya meminta kepada masing-masing PPK untuk melaporkan progres pelaksanaan kegiatan dan melaporkan kendala yang dihadapi di lapangan.

"Setiap masalah kita akan carikan solusi teknis untuk mendorong akselerasi pencapaian progres pekerjaan," lanjutnya.

Baca juga:Dinas Ketahanan Pangan Luwu dan TP PKK Ajak Tanam Kelor

Kadis PUPR menyampaikan akan mengagendakan dalam waktu dekat untuk melakukan visitasi ke beberapa titik lokasi pekerjaan terutama yang mengalami deviasi.

"Setelah rapat monev ini, masing-masing PPK membuat daftar pekerjaan yang akan didatangi," tutur Ikhsan.

Usai rapat monev, Kadis PUPR Luwu mengajak sejumlah pejabat terkait meninjau sejumlah poros jalan di Kabupaten Luwu yang menjadi kewenangan PUPR Kabupaten Luwu .

Selain itu, juga melakukan uji gelar penggunaan cold paving hot mix asbuton (CPHMA) atau asbuton campuran panas hampar dingin.

Baca juga:PT Mitra Sahabat Sawerigading Bayar Sewa Lahan TPI Balambang

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Hussin Iskandar menyampaikan, untuk melakukan penanganan melalui kegiatan pemeliharaan rutin jalan yang mengalami kerusakan, pihak Dinas PUPR mencari alternatif penggunaan material aspal yang lebih efisien dan efektif, baik dari sisi pelaksanaan maupun anggaran dengan daya tahan yang tidak diragukan.

"Guna mendukung rencana tersebut, Dinas PUPR mengundang PT Asbuton Jaya Abadi selaku produsen aspal buton wilayah Sulawesi untuk melakukan uji gelar penggunaan cold paving hot mix asbuton (CPHMA) atau asbuton campuran panas hampar dingin," katanya.

Uji gelar dilakukan di beberapa titik pada jalur dua jalan lingkar BWK B Kelurahan Tampumia Radda, Kecamatan Belopa.

Sebelumnya, pihak Marketing PT Asbuton Jaya Abadi, Alfi Fairus melakukan ekspose pemanfaatan aspal buton dalam pemeliharaan dan pembangunan jalan di ruang rapat Kadis PUPR .

Acara tersebut diikuti Kadis PUPR dan sejumlah Kabid serta PPK Kegiatan Jalan lingkup Dinas PUPR .

Baca juga:Nelayan di Luwu Protes Karena TPI Balambang Diklaim Pihak Swasta

Menurut Alfi Fairus, salah satu keunggulan dari penggunaan asbuton adalah karena tidak terkendala oleh waktu sehingga bisa digunakan dalam kondisi dingin. Jenis aspal ini juga telah diuji coba pada pemeliharaan jalan tol Cikampek. Termasuk jalan nasional, menurutnya telah menggunakan jenis aspal ini.

Kadis PUPR Ikhsan Asaad mengapresiasi kehadiran tim dari PT Asbuton Jaya Abadi dalam memperkenalkan jenis aspal yang baru. Mengingat selama ini aspal yang digunakan dalam kegiatan pemeliharaan jalan adalah jenis aspal minyak.

Karena itu Ikhsan Asaad berharap agar pihak PT Asbuton Jaya Abadi tetap berkordinasi untuk menentukan langkah-langkah penanganan yang tepat terhadap kondisi kerusakan jalan dalam hal jenis aspal buton yang akan digunakan.

Selain itu, Kadis Ikhsan juga meminta pihak PT Asbuton untuk memberikan training atau pelatihan aplikasi pemakaian asbuton bagi pegawai PUPR .

Baca juga:13 Proyek Embung di Luwu Ditarget Rampung Oktober 2021

Sekadar diketahui, tingginya kebutuhan aspal yang tidak berbanding lurus dengan suplai kebutuhan dalam negeri mengharuskan pemerintah mengambil kebijakan impor. Berdasarkan data yang ada, jumlah kebutuhan aspal di Indonesia mencapai 1,5 juta ton per tahun. Sementara pihak Pertamina hanya mampu menyuplai 25% dari kebutuhan.

Karena itu, pemakaian jenis aspal buton menjadi pilihan alternatif. Selain untuk mengurangi kebutuhan impor, juga diakui jenis asbuton memiliki beberapa keunggulan dari jenis aspal yang lain.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kadis PUPR Luwu Gagas...
Kadis PUPR Luwu Gagas Sistem Monitoring Infrastruktur Guna Pantau Proyek Fisik
PUPR Kabupaten Luwu...
PUPR Kabupaten Luwu Aspal Ruas Jalan Parekaju-Tampumia
Anggaran Rehabilitasi...
Anggaran Rehabilitasi Kantor Dinas PUPR Luwu Rp360 Juta
Rekomendasi
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Pesta Oranje di Depan Mata?
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved