Memilukan, Gadis Berkebutuhan Khusus Disetubuhi 2 Pelajar SMK hingga Hamil 5 Bulan
Selasa, 17 Agustus 2021 - 18:45 WIB
loading...
Dua siswa SMK di Kabupaten Gresik diduga menghamili tetagganya, warga Desa Masangan Barat, Kecamatan Bungah. Foto/Ilustrasi
A
A
A
GRESIK - Peristiwa memilukan dialami gadis berinisial B (24). Gadis berkebutuhan khusus ini, mengalami kehamilan . Diduga, pelaku yang menghamilinya adalah dua pelajar SMK di Kabupaten Gresik.
Baca juga: Bak Disambar Petir, Komang Saksikan Istri Digoyang Selingkuhan di Kebun
Kasus itu mulai terungkap, saat beberapa warga mencurigai ada perubahan bagian tubuh pada B. Mereka yang curiga langsung membawa korban ke bidan desa setempat. Benar saja, saat diperiksa usia kandungannya sudah lima bulan.
Warga juga sempat bertanya kepada korban siapa yang membuatnya berbadan dua, sontak ia langsung bercerita. B mengaku yang membuatnya hamil pelakunya adalah dua siswa SMK berinisial AR dan EG, tak lain tetangganya sendiri.
Baca juga: Teroris Ubah Pola Gerakan Galang Dana Akibat Pandemi COVID-19, Kotak Amal Jadi Bukti
Kepala Desa Masangan, Suyanto membenarkan kabar tersebut. Korban dan dua pelajar yang diduga sebagai pelaku merupakan warganya. Saat ini, pihaknya sudah menfasilitasi agar kasus segera diselesaikan dan pelaku diminta bertanggungjawab.
"Kedua pelaku masih berstatus pelajar . Satu pelajar berinisial AR merupakan siswa SMK swasta di Bungah, yang baru lulus tahun ini, dan satu lagi berinisial EG siswa SMK swasta berbeda sekolah di Bungah, yang baru naik ke kelas XII," katanya, Selasa (17/8/2021).
Baca juga: Tangis Tertumpah di Jalan Ahmad Yani Surabaya, Pengguna Jalan dan Polisi Hormat Bendera Merah Putih
Sedangkan korban sendiri, sudah berusia dewasa. Terpaut beberapa tahun dengan kedua terduga pelaku. Suyanto lantas memanggil, pihak-pihak terkait dikumpulkan untuk mencari solusi. Proses mediasi sudah dilakukan tiga kali. Namun, tak kunjung ada titik temu. Pihak keluarga korban menginginkan agar salah satu pelaku bertanggung jawab dengan menikahi B .
Dari beberapa mediasi ternyata tidak menemukan solusi, Suyanto berkoordinasi dengan P2TPA2 Kabupaten Gresik. Tujuannya, menyelesaikan masalah tersebut. "Kami tidak ada kepentingan apapun, hanya ingin menyelesaikan masalah ini dengan baik. Kasihan dengan bayi yang ada di dalam kandungan itu, harus jelas bapaknya," bebernya.
Baca juga: Bak Disambar Petir, Komang Saksikan Istri Digoyang Selingkuhan di Kebun
Kasus itu mulai terungkap, saat beberapa warga mencurigai ada perubahan bagian tubuh pada B. Mereka yang curiga langsung membawa korban ke bidan desa setempat. Benar saja, saat diperiksa usia kandungannya sudah lima bulan.
Warga juga sempat bertanya kepada korban siapa yang membuatnya berbadan dua, sontak ia langsung bercerita. B mengaku yang membuatnya hamil pelakunya adalah dua siswa SMK berinisial AR dan EG, tak lain tetangganya sendiri.
Baca juga: Teroris Ubah Pola Gerakan Galang Dana Akibat Pandemi COVID-19, Kotak Amal Jadi Bukti
Kepala Desa Masangan, Suyanto membenarkan kabar tersebut. Korban dan dua pelajar yang diduga sebagai pelaku merupakan warganya. Saat ini, pihaknya sudah menfasilitasi agar kasus segera diselesaikan dan pelaku diminta bertanggungjawab.
"Kedua pelaku masih berstatus pelajar . Satu pelajar berinisial AR merupakan siswa SMK swasta di Bungah, yang baru lulus tahun ini, dan satu lagi berinisial EG siswa SMK swasta berbeda sekolah di Bungah, yang baru naik ke kelas XII," katanya, Selasa (17/8/2021).
Baca juga: Tangis Tertumpah di Jalan Ahmad Yani Surabaya, Pengguna Jalan dan Polisi Hormat Bendera Merah Putih
Sedangkan korban sendiri, sudah berusia dewasa. Terpaut beberapa tahun dengan kedua terduga pelaku. Suyanto lantas memanggil, pihak-pihak terkait dikumpulkan untuk mencari solusi. Proses mediasi sudah dilakukan tiga kali. Namun, tak kunjung ada titik temu. Pihak keluarga korban menginginkan agar salah satu pelaku bertanggung jawab dengan menikahi B .
Dari beberapa mediasi ternyata tidak menemukan solusi, Suyanto berkoordinasi dengan P2TPA2 Kabupaten Gresik. Tujuannya, menyelesaikan masalah tersebut. "Kami tidak ada kepentingan apapun, hanya ingin menyelesaikan masalah ini dengan baik. Kasihan dengan bayi yang ada di dalam kandungan itu, harus jelas bapaknya," bebernya.
(eyt)
Lihat Juga :