Dihantam Badai COVID-19, Karyawan Hotel Bintang Lima di Bali Jualan Kopi di Pinggir Jalan

Senin, 16 Agustus 2021 - 02:11 WIB
loading...
Dihantam Badai COVID-19,...
Pandemi COVID-19 menjadi masa yang paling berat bagi seluruh masyarakat Bali, terutama yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata. Hal itu juga dirasakan Komang Gede Suastika. Foto/iNews TV/Bagus Alit
A A A
BADUNG - Tidak ada kunjungan wisatawan, serta penutupan sejumlah tempat akomodasi wisata, membuat para pekerja pariwisata di Bali, kelimpungan. Mereka dipaksa memutar otak untuk tetap dapat bertahan hidup, di tengah pandemi COVID-19 .

Baca juga: Pelajar SD dan SMP Bantu Teman Sebaya yang Terdampak COVID-19

Tak ingin mengeluh dan berpangku tangan menanti bantuan. Komang Gede Suastika, salah seorang pekerja hotel bintang lima di kawasan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, justru berani berubah dengan banting stir berjualan kopi ala coffee shop di pinggir jalan.



Anjloknya sektor pariwisata di Bali, sebagai dampak pandemi COVID-19 yang berkepanjangan, membuat sejumlah hotel untuk sementara harus merumahkan hampir seluruh karyawannya. Untuk tetap dapat memenuhi pundi-pundi pendapatan keluarga, para pekerja pariwisata pun terpaksa mencoba peruntungan dengan menekuni bidang lain.

Baca juga: Memilukan, Anak-anak Pejuang Kemerdekaan Ini Puluhan Tahun Tinggal di Bunker Belanda

Komang Gede Suastika mengaku, selama pandemi COVID-19 ini, hanya bekerja tiga hari dalam sebulan di hotel bintang lima tempatnya menggantungkan hidup selama ini. Kondisi ini membuat penghasilan karyawan bidang purchasing ini menjadi tidak seberapa.

Dalam kondisi serba sulit, tidak membuat Komang Gede Suastika berdiam diri. Pria kelahiran Kuta ini, bahkan termotivasi berinovasi agar tetap bertahan dimasa ekonomi sulit seperti sekarang.

Baca juga: Mayat Lelaki Misterius Tergeletak di Toilet Umum Kawasan Wisata Kuliner Sukabumi

Bermodal uang tabungan sekitar Rp1,8 juta, dia memodifikasi sepeda kesayangannya. Untuk mewujudkan impian memiliki mini coffee shop keliling, Komang Gede membuat boks yang menjadi tempat menaruh berbagai perlengkapan berjualan kopi di sepeda.

Sementara, kemampuan meracik kopi dipelajari secara otodidak dari menonton video-video yang ada di Youtube. Setelah seluruh peralatan berjualan ditempatkan di dalam boks, kini saatnya Komang Gede Suastika menggenjot sepeda menuju kawasan Jalan Raya Pantai Kuta.

Dihantam Badai COVID-19, Karyawan Hotel Bintang Lima di Bali Jualan Kopi di Pinggir Jalan


Tempat tersebut dipilih sebagai tempat berjualan , karena jelang sore hari banyak warga yang nongkrong atau berolahraga di sekitar kawasan tersebut. Kopi yang ditawarkannya pun bervariasi layaknya kopi yang tersedia di coffee shop, mulai dari cappucino, latte, espresso, kopi tubruk, hingga kopi susu ala vietnamese coffee.

Karena berjualan di jalanan , harga yang ditawarkan untuk segelas kopi hanya dibanderol Rp5 ribu-8 ribu. "Harganya bergantung jenis kopinya. Meski harga yang ditawarkan cukup murah, biji kopi yang digunakan tetap berkualitas. Kopinya berasal dari Kintamani," terangnya.

Baca juga: Darah Tertumpah di Bandung Utara, Kisah Kegelisahan Trio Sersan saat Diminta Melucuti Senjata

Meski bukan barista profesional, Komang Gede Suastika dengan cekatan menimbang biji-biji kopi untuk diolah menggunakan alat kopi manual brew. Biji kopi yang telah menjadi bubuk, kemudian diseduh dengan air panas hingga menghasilkan sari kopi terbaik untuk dinikmati.

Walaupun dalam sehari keuntungan yang diperoleh hanya berkisar Rp30 ribu-35 ribu, Komang Gede Suastika mengaku tetap bersyukur , karena dimasa sulit seperti sekarang dirinya tetap memiliki pemasukan yang memadai untuk menutup kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Baca juga: Robek Bendera Merah Putih dan Bikin Warga Resah, 7 Anak-anak di Gunungkidul Diringkus Polisi

Di tengah himpitan keterpurukan ekonomi, Komang Gede Suastika berharap pandemi COVID-19 bisa segera berakhir, sehingga sektor pariwisata segera pulih dan mampu menjadi penopang perekonomian masyarakat Bali.

"Jika suatu saat kondisinya telah normal, dan kembali beraktivitas di hotel. Saya akan tetap melanjutkan usaha mini coffee shop yang saat ini sedang dirintis, karena berkat usaha kopi keliling inilah keluarga saya bisa tetap bertahan dari goncangan ekonomi akibat pandemi COVID-19 ," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Digelar Sepekan, Penjor...
Digelar Sepekan, Penjor Festival 2025 di GWK Cultural Park Sukses Besar
Desa Sidakarya Jadi...
Desa Sidakarya Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah di Kota Denpasar
Izin 229 Hotel di Bali...
Izin 229 Hotel di Bali Terancam Dicabut karena Tidak Ramah Lingkungan
Bali Tourism Awards...
Bali Tourism Awards 2025 Ajang Hadirkan Layanan dan Inovasi Industri Pariwisata
Jaga Tradisi Bali, Partai...
Jaga Tradisi Bali, Partai Perindo Sukseskan Upacara Ngayut Karangasem
Partai Perindo-Pemprov...
Partai Perindo-Pemprov Bali Bersinergi Wujudkan Pariwisata Berkualitas dan Bermartabat
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekomendasi
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Infografis
Covid-19 Varian EG.5...
Covid-19 Varian EG.5 di Singapura Sudah Menyebar ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved