Dihantam Badai COVID-19, Karyawan Hotel Bintang Lima di Bali Jualan Kopi di Pinggir Jalan
Senin, 16 Agustus 2021 - 02:11 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kondisi serba sulit, tidak membuat Komang Gede Suastika berdiam diri. Pria kelahiran Kuta ini, bahkan termotivasi berinovasi agar tetap bertahan dimasa ekonomi sulit seperti sekarang.
Baca juga: Mayat Lelaki Misterius Tergeletak di Toilet Umum Kawasan Wisata Kuliner Sukabumi
Bermodal uang tabungan sekitar Rp1,8 juta, dia memodifikasi sepeda kesayangannya. Untuk mewujudkan impian memiliki mini coffee shop keliling, Komang Gede membuat boks yang menjadi tempat menaruh berbagai perlengkapan berjualan kopi di sepeda.
Sementara, kemampuan meracik kopi dipelajari secara otodidak dari menonton video-video yang ada di Youtube. Setelah seluruh peralatan berjualan ditempatkan di dalam boks, kini saatnya Komang Gede Suastika menggenjot sepeda menuju kawasan Jalan Raya Pantai Kuta.
![Dihantam Badai COVID-19, Karyawan Hotel Bintang Lima di Bali Jualan Kopi di Pinggir Jalan]()
Tempat tersebut dipilih sebagai tempat berjualan , karena jelang sore hari banyak warga yang nongkrong atau berolahraga di sekitar kawasan tersebut. Kopi yang ditawarkannya pun bervariasi layaknya kopi yang tersedia di coffee shop, mulai dari cappucino, latte, espresso, kopi tubruk, hingga kopi susu ala vietnamese coffee.
Karena berjualan di jalanan , harga yang ditawarkan untuk segelas kopi hanya dibanderol Rp5 ribu-8 ribu. "Harganya bergantung jenis kopinya. Meski harga yang ditawarkan cukup murah, biji kopi yang digunakan tetap berkualitas. Kopinya berasal dari Kintamani," terangnya.
Baca juga: Mayat Lelaki Misterius Tergeletak di Toilet Umum Kawasan Wisata Kuliner Sukabumi
Bermodal uang tabungan sekitar Rp1,8 juta, dia memodifikasi sepeda kesayangannya. Untuk mewujudkan impian memiliki mini coffee shop keliling, Komang Gede membuat boks yang menjadi tempat menaruh berbagai perlengkapan berjualan kopi di sepeda.
Sementara, kemampuan meracik kopi dipelajari secara otodidak dari menonton video-video yang ada di Youtube. Setelah seluruh peralatan berjualan ditempatkan di dalam boks, kini saatnya Komang Gede Suastika menggenjot sepeda menuju kawasan Jalan Raya Pantai Kuta.

Tempat tersebut dipilih sebagai tempat berjualan , karena jelang sore hari banyak warga yang nongkrong atau berolahraga di sekitar kawasan tersebut. Kopi yang ditawarkannya pun bervariasi layaknya kopi yang tersedia di coffee shop, mulai dari cappucino, latte, espresso, kopi tubruk, hingga kopi susu ala vietnamese coffee.
Karena berjualan di jalanan , harga yang ditawarkan untuk segelas kopi hanya dibanderol Rp5 ribu-8 ribu. "Harganya bergantung jenis kopinya. Meski harga yang ditawarkan cukup murah, biji kopi yang digunakan tetap berkualitas. Kopinya berasal dari Kintamani," terangnya.
Lihat Juga :