Mural Bersifat Netral, Komunikolog: Isi Pesan Tergantung Motif
Minggu, 15 Agustus 2021 - 11:53 WIB
loading...
Seseorang tengah membawa sapu di salah satu seni mural yang digambar dinding. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
TANGERANG - Komunikolog Indonesia Emrus Sihombing mengatakan, mural merupakan media komunikasi yang ditujukan ke publik. Sebagai media komunikasi, mural bersifat netral.
"Namun isi pesan pada mural tidak pernah netral, sarat nilai, tergantung motif komunikasi komunikator di balik bahasa (simbol) komunikasi tersebut," kata Emrus dalam pesan yang diterima SINDOnews, Minggu (15/8/2021). Baca juga: Polemik Mural Jokowi di Tangerang, Pakar Telematika Jelaskan Istilah 404: Not Found
Dijelaskan dia, mural sama dengan media komunikasi lainnya. Isi pesan mural bisa dua sisi, bersifat positif dan negatif. Disebut positif, jika mengajak masyarakat bersama-sama membangun kesadaran.
"Selain itu juga misalnya untuk membentuk sikap dan mengubah perilaku masyarakat taat protokol kesehatan. Sedang yang negatif, contohnya provokatif, retoris, propagandis karena tidak disertai fakta dan data," jelasnya.
Menurutnya, ada mural yang memuat fakta, data, bukti dan argumentasi yang kuat. Tetapi biasanya, tidak. Kepada yang tidak disertai data ini, karya mural sangat berpotensi menimbulkan manipulasi persepsi publik.
"Namun isi pesan pada mural tidak pernah netral, sarat nilai, tergantung motif komunikasi komunikator di balik bahasa (simbol) komunikasi tersebut," kata Emrus dalam pesan yang diterima SINDOnews, Minggu (15/8/2021). Baca juga: Polemik Mural Jokowi di Tangerang, Pakar Telematika Jelaskan Istilah 404: Not Found
Dijelaskan dia, mural sama dengan media komunikasi lainnya. Isi pesan mural bisa dua sisi, bersifat positif dan negatif. Disebut positif, jika mengajak masyarakat bersama-sama membangun kesadaran.
"Selain itu juga misalnya untuk membentuk sikap dan mengubah perilaku masyarakat taat protokol kesehatan. Sedang yang negatif, contohnya provokatif, retoris, propagandis karena tidak disertai fakta dan data," jelasnya.
Menurutnya, ada mural yang memuat fakta, data, bukti dan argumentasi yang kuat. Tetapi biasanya, tidak. Kepada yang tidak disertai data ini, karya mural sangat berpotensi menimbulkan manipulasi persepsi publik.
Lihat Juga :