Jawa Timur Jadi Penyumbang Tertinggi Pelepasan Merdeka Ekspor Pertanian 2021
Minggu, 15 Agustus 2021 - 06:13 WIB
loading...
A
A
A
Dari total ekspor yang dikirimkan Jatim terdapat beberapa subsektor. Antara lain subsektor hortikultura sebanyak 3.271.399,23 kg dengan nominal senilai Rp133,135 miliar, subsektor perkebunan sebanyak 49.594.670,38 kg dengan nominal senilai Rp820,549 miliar, subsektor peternakan sebanyak 3.034.375,6 kg dengan nilai Rp144,154 miliar.
Sementara dari subsektor tanaman pangan sebanyak 1.384.696,70 kg dengan nilai Rp99,157 miliar, dan subsektor lain-lain sebanyak 34.459,31 kg dengan nilai Rp111,086 miliar.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo berharap ke depannya terus mendorong ekspor produk pertanian melalui Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Melalui kegiatan ini, pada tahun 2024 pihaknya mertargetkan ekspor produksi pertanian menjadi 3 kali lipat dibanding saat ini.
Kami rencanakan kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahun. Tahun 2024 ditargetkan ekspor pertanian tiga kali lipat melalui peningkatan kerja sama dengan pemerintah daerah, pungkasnya.
Sementara itu, mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, selama semester I 2021, neraca perdagangan Jatim mengalami defisit sebesar USD1,81 miliar. Kondisi ini akibat selisih perdagangan ekspor-impor di sektor migas maupun sektor nonmigas yang sama-sama mengalami defisit. Adapun defisit neraca perdagangan sektor migas adalah sebesar USD1,70 miliar. Sedangkan defisit neraca perdagangan sektor nonmigas adalah sebesar USD104,75 juta.
Sementara dari subsektor tanaman pangan sebanyak 1.384.696,70 kg dengan nilai Rp99,157 miliar, dan subsektor lain-lain sebanyak 34.459,31 kg dengan nilai Rp111,086 miliar.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo berharap ke depannya terus mendorong ekspor produk pertanian melalui Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Melalui kegiatan ini, pada tahun 2024 pihaknya mertargetkan ekspor produksi pertanian menjadi 3 kali lipat dibanding saat ini.
Kami rencanakan kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahun. Tahun 2024 ditargetkan ekspor pertanian tiga kali lipat melalui peningkatan kerja sama dengan pemerintah daerah, pungkasnya.
Sementara itu, mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, selama semester I 2021, neraca perdagangan Jatim mengalami defisit sebesar USD1,81 miliar. Kondisi ini akibat selisih perdagangan ekspor-impor di sektor migas maupun sektor nonmigas yang sama-sama mengalami defisit. Adapun defisit neraca perdagangan sektor migas adalah sebesar USD1,70 miliar. Sedangkan defisit neraca perdagangan sektor nonmigas adalah sebesar USD104,75 juta.
(msd)
Lihat Juga :