Melihat Tangguh dan Gigihnya Nakes Pahlawan Masa Kini Tangani Pasien Covid-19
Minggu, 15 Agustus 2021 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
Saat bekerja dia diharuskan menggunakan hazmat dan pampers. "Hari pertama disuruh pakai pampers harus banyak makan dan minum lalu menjalankannya selama 8 jam. Pengen minum tapi nggak bisa pasien banyak lama kelamaan ya puji Tuhan sudah biasa," katanya.
Saat merawat pasien Covid, mereka juga memiliki risiko terpapar Covid-19. "Kita berjuang benar-benar mati-matian sampai saya menjadi penyintas semua rata-rata di ruangan saya. Jadi tinggal cara kita menghadapi ini sih kuatin imun, makan yang banyak, minum yang banyak, vitamin,” ungkapnya.
Belum lagi saat banyaknya komplain keluarga yang tidak dapat melihat anggota keluarganya yang meninggal dunia karena keluarga hanya dapat melihat jenazah usai dimandikan, dikafani, dibungkus serta dimasukkan ke peti.
Dia juga menyayangkan oknum-oknum yang tidak percaya Covid-19. Karena itu, dia terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar menjaga protokol kesehatan. "Tapi, kadang-kadang orang yang enggak percaya Covid itu rata-rata kayak menganggap remeh. Kami para nakes ingin merdeka dari Covid dengan cara menggalakkan vaksinasi, edukasi ke seluruh masyarakat yang tidak percaya Covid dan kami selalu meminta kepada masyarakat untuk menggunakan masker, menghindari kerumunan dan tetap stay di rumah saja," papar Tiara.
Baca juga: Stok Vaksin Booster Banyak, Cukup untuk Semua Nakes di Kabupaten Tangerang
Sementara itu, Relawan Covid-19 dr Muhammad Fajri Adda'i turut membagikan pengalamannya menjadi dokter layanan primer sebagai tulang punggung dari manajemen pasien Covid-19 sebelum dirujuk ke rumah sakit. "Saya kerjanya di layanan primer yaitu fungsinya untuk triase lalu mendeteksi awal isolasi itu juga mengelola pasien isoman," ujarnya.
Sebagai dokter layanan primer, dia bekerja menerima konsul pasien suspect, gejala kecurigaan Covid atau antigen positif yang membutuhkan konfirmasi. Setelah itu pasien akan dihubungi jika terkonfirmasi positif dan dirujuk ke rumah sakit terdekat.
Saat merawat pasien Covid, mereka juga memiliki risiko terpapar Covid-19. "Kita berjuang benar-benar mati-matian sampai saya menjadi penyintas semua rata-rata di ruangan saya. Jadi tinggal cara kita menghadapi ini sih kuatin imun, makan yang banyak, minum yang banyak, vitamin,” ungkapnya.
Belum lagi saat banyaknya komplain keluarga yang tidak dapat melihat anggota keluarganya yang meninggal dunia karena keluarga hanya dapat melihat jenazah usai dimandikan, dikafani, dibungkus serta dimasukkan ke peti.
Dia juga menyayangkan oknum-oknum yang tidak percaya Covid-19. Karena itu, dia terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar menjaga protokol kesehatan. "Tapi, kadang-kadang orang yang enggak percaya Covid itu rata-rata kayak menganggap remeh. Kami para nakes ingin merdeka dari Covid dengan cara menggalakkan vaksinasi, edukasi ke seluruh masyarakat yang tidak percaya Covid dan kami selalu meminta kepada masyarakat untuk menggunakan masker, menghindari kerumunan dan tetap stay di rumah saja," papar Tiara.
Baca juga: Stok Vaksin Booster Banyak, Cukup untuk Semua Nakes di Kabupaten Tangerang
Sementara itu, Relawan Covid-19 dr Muhammad Fajri Adda'i turut membagikan pengalamannya menjadi dokter layanan primer sebagai tulang punggung dari manajemen pasien Covid-19 sebelum dirujuk ke rumah sakit. "Saya kerjanya di layanan primer yaitu fungsinya untuk triase lalu mendeteksi awal isolasi itu juga mengelola pasien isoman," ujarnya.
Sebagai dokter layanan primer, dia bekerja menerima konsul pasien suspect, gejala kecurigaan Covid atau antigen positif yang membutuhkan konfirmasi. Setelah itu pasien akan dihubungi jika terkonfirmasi positif dan dirujuk ke rumah sakit terdekat.
Lihat Juga :