Indonesia Dorong Kesetaraan Akses Vaksin COVID-19 untuk Semua Negara

Jum'at, 29 Mei 2020 - 12:15 WIB
loading...
Indonesia Dorong Kesetaraan...
Foto/ilustrasi.reuters
A A A
BANDUNG - Indonesia mendorong kesetaraan akses semua negara terhadap vaksin COVID-19 . Langkah itu diharapkan mempercepat penanganan pandemi Corona.

Hal itu bakal disuarakan Indonesia saat menjadi tuan rumah dalam kegiatan Forum Global Public Health (FGPH) 2020 pada 2 Juni 2020 mendatang. Pertemuan virtual FPGH tersebut ditargetkan akan dihadiri sekitar 200 delegasi.

Direktur Sosial & Budaya Organisasi Internasional Negara Berkembang Kementerian Luar Negeri Kamapradipta Isnomo, mengatakan, pandemi COVID-19 ini menunjukan pentingnya isu kesehatan adalah isu bersama (public good), bersifat lintas sektoral dan melewati lintas batas negara.

“Untuk mengatasinya, diperlukan kolaborasi antara negara dan antar pihak pada tata kelola kesehatan global yang harus dilakukan secara bersama dan kolaboratif baik dari sisi pemerintah, organisasi maupun industri," ujar Kamapradipta dalam siaran persnya, Jumat (29/5/2020).

(Baca: New Normal di Jabar Mengacu pada Level Kewaspadaan Daerah)

Target dari pertemuan ini adalah kerja sama konkret untuk pembuatan vaksin atau obat-obatan. Obat dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau, dan pemerataan dalam pendistribusiannya. Sehingga bisa didapat oleh semua lapisan masyarakat.

Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kesehatan , Acep Somantri menekankan pentingnya sinergi antara politik luar negeri (foreign policy) dan kebijakan kesehatan global (global health) untuk mendukung solidaritas dan kolaborasi global dalam penanganan COVID-19.

“Kita memiliki kemampuan untuk mendukung scalling-up produksi vaksin untuk kebutuhan global karena Indonesia memiliki Bio Farma yang produk vaksinnya sudah diakui WHO dan digunakan di lebih dari 140 negara”, ujar Acep.

Salah satu upaya Indonesia dalam bidang kesehatan untuk mengatasi COVID-19, Indonesia telah berpartisipasi dalam WHO Solidarity Trial yang bertujuan untuk mempercepat penemuan obat dan vaksin yang berkualitas, manjur dan aman.

(Baca: Pengembangan Vaksin Covid-19, Kalbe Farma Gandeng Perusahaan Korea)

Direktur Operasi PT Bio Farma M Rahman Roestan mengatakan, dalam menghadapi COVID-19, dari sisi industri, Indonesia memerlukan kolaborasi Industri – Regulasi – Diplomasi. Terutama saat pandemic di mana seluruh negara bergerak untuk mencari partner.

Terkait pembuatan vaksin, dalam jangka panjang, Bio Farma tergabung dalam koalisi nasional bersama tergabung dalam konsorsium nasional pengembangan vaksin bersama Eijkman dan Litbangkes untuk kemandirian nasional.

Dalam jangka pendek, Bio Farma akan berkolaborasi dengan lembaga riset luar negeri, salah satunya adalah Coalition for Epidemic Preparedness Inovation (CEPI) dari Oslo Norwegia, dan manufacturer dari China yang telah diakui oleh WHO dan bersedia memberikan transfer teknologi ke Indonesia.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
Polda Metro Jaya Hentikan...
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Kematian Arya Daru Pangayunan
Keluarga Arya Daru Mempertanyakan...
Keluarga Arya Daru Mempertanyakan Alasan Polisi Tak Ungkap Luka Memar di Dada Akibat Benda Tumpul
Terungkap! Arya Daru...
Terungkap! Arya Daru dan Vara Check-in di Hotel Sebanyak 24 Kali
Keluarga Arya Daru Minta...
Keluarga Arya Daru Minta Polisi Buka Hal Privasi: Tak Perlu Ditutup-tutupi!
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Rekomendasi
Kasus Dugaan Penganiayaan...
Kasus Dugaan Penganiayaan ART Naik Penyidikan, Erin Wartia Berpotensi Jadi Tersangka
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Extraordinary House of Broken Hearts Eksklusif di V+Short
Bulog Buka Gudang untuk...
Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
Berita Terkini
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Helaran Mapag Pajajaran...
Helaran Mapag Pajajaran Anyar, Cetak Rekor Muri 2000 Pemain Karinding
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved