Akibat Pandemi Covid, 20 Persen PKL di Puncak Tutup
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 03:57 WIB
loading...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
BOGOR - Sekitar 20 persen pedagang kaki lima di kawasan Puncak , Kabupaten Bogor terpaksa tutup selama pandemi Covid-19. Hal itu dikarenakan sepinya wisatawan sehingga membuat omset merosot tajam.
"Yang tutup mah mungkin 20 persen," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puncak Teguh Mulyana kepada wartawan, Kamis (5/8/2021).
Baca juga: Sepi Wisatawan, Pedagang di Puncak Bogor Kibarkan Bendera Putih
Adapun pedagang, khususnya makanan matang yang masih buka, kerap merugi. Pasalnya, bahan makanan yang mereka siapkan sering kali tersisa banyak sehingga terpaksa dibuang atau tidak bisa dijual lagi.
"Kayak soto, kuliner itu tidak ada tamu kan dibuang makanya (mending) tutup. Bakso juga kan enggak kuat sampai 3-4 hari. Kalau enggak hahis dibuang. Kalau oleh-oleh mah masih bisa (tahan lama)," ungkapnya.
Selain itu, warga Puncak yang bergantung pada sektor pariwisata seperti sopir travel pun banting setir menjadi pedagang keliling. Karena tidak ada wisatawan asing yang datang ke kawasan Puncak.
"Yang tutup mah mungkin 20 persen," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puncak Teguh Mulyana kepada wartawan, Kamis (5/8/2021).
Baca juga: Sepi Wisatawan, Pedagang di Puncak Bogor Kibarkan Bendera Putih
Adapun pedagang, khususnya makanan matang yang masih buka, kerap merugi. Pasalnya, bahan makanan yang mereka siapkan sering kali tersisa banyak sehingga terpaksa dibuang atau tidak bisa dijual lagi.
"Kayak soto, kuliner itu tidak ada tamu kan dibuang makanya (mending) tutup. Bakso juga kan enggak kuat sampai 3-4 hari. Kalau enggak hahis dibuang. Kalau oleh-oleh mah masih bisa (tahan lama)," ungkapnya.
Selain itu, warga Puncak yang bergantung pada sektor pariwisata seperti sopir travel pun banting setir menjadi pedagang keliling. Karena tidak ada wisatawan asing yang datang ke kawasan Puncak.
Lihat Juga :