Kebutuhan Masih Tinggi, Jabar Masih Defisit 740 Ton Oksigen Per Hari
Kamis, 05 Agustus 2021 - 16:50 WIB
loading...
BI Jabar menyerahkan bantuan tabung oksigen kepada posko oksigen Jabar. Foto istimewa
A
A
A
BANDUNG - Kebutuhan oksigen untuk penanganan COVID-19 di Jawa Barat masih cukup tinggi. Per Agustus 2021, Jabar masih kekurangan atau defisit oksigen sekitar 740 ton/hari dari kebutuhan 1.117 ton per hari.
Menurut Ketua Harian Posko Oksigen Jawa Barat Hanif Mantiq, berdasarkan data dari Pos Komando Pengendalian Ketersediaan Oksigen untuk kebutuhan medis penanganan COVID-19 di daerah provinsi Jawa Barat, kebutuhan oksigen di Jawa Barat diproyeksikan sebanyak 1.177 ton/hari. Baca juga: Agar Saturasi Oksigen Naik, Lakukan Teknik Proning seperti Berikut Ini
Sementara ketersediaan oksigen sampai dengan akhir Agustus 2021 masih defisit sekitar 740 ton/hari. "Ini masih diproyeksikan defisit oksigen tersebut akan semakin meningkat sampai dengan akhir Desember 2021 mencapai sekitar 2.226 ton/hari," jelas dia.
Oleh karenanya, dia menilai uluran tangan banyak pihak akan sangat membantu menjaga suplai oksigen bagi masyarakat. Salah satunya, dia menyampaikan apresiasi atas kepedulian Bank Indonesia Jawa Barat dalam membantu mengatasi defisit ketersediaan oksigen. Karena distribusi oksigen diberikan untuk penanganan pasien COVID-19 di 27 kabupatan/kota di Jawa Barat.
"Dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak tentunya menjadi kunci bagaimana Jawa Barat mampu mengatasi permasalahan ini, sehingga potensi kematian akibat kegagalan penanganan COVID-19 dapat ditekan.
Menurut Ketua Harian Posko Oksigen Jawa Barat Hanif Mantiq, berdasarkan data dari Pos Komando Pengendalian Ketersediaan Oksigen untuk kebutuhan medis penanganan COVID-19 di daerah provinsi Jawa Barat, kebutuhan oksigen di Jawa Barat diproyeksikan sebanyak 1.177 ton/hari. Baca juga: Agar Saturasi Oksigen Naik, Lakukan Teknik Proning seperti Berikut Ini
Sementara ketersediaan oksigen sampai dengan akhir Agustus 2021 masih defisit sekitar 740 ton/hari. "Ini masih diproyeksikan defisit oksigen tersebut akan semakin meningkat sampai dengan akhir Desember 2021 mencapai sekitar 2.226 ton/hari," jelas dia.
Oleh karenanya, dia menilai uluran tangan banyak pihak akan sangat membantu menjaga suplai oksigen bagi masyarakat. Salah satunya, dia menyampaikan apresiasi atas kepedulian Bank Indonesia Jawa Barat dalam membantu mengatasi defisit ketersediaan oksigen. Karena distribusi oksigen diberikan untuk penanganan pasien COVID-19 di 27 kabupatan/kota di Jawa Barat.
"Dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak tentunya menjadi kunci bagaimana Jawa Barat mampu mengatasi permasalahan ini, sehingga potensi kematian akibat kegagalan penanganan COVID-19 dapat ditekan.
Lihat Juga :